Jakarta, GPriority.co.id – Roof garden atau taman atap belum begitu populer diadopsi oleh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar Indonesia. Padahal selain membuat atap lebih adem, roof garden juga mampu meminimalisir polusi.
Dilansir laman Kementerian Pertanian, roof garden atau taman atap fungsi utamanya ialah menyerap polusi udara, menambah estetika pada lahan yang kurang bermanfaat sehingga tercipta ruang terbuka hijau baru dan membuat iklim mikro menjadi lebih nyaman. Selain itu taman atap juga bermanfaat sebagai area resapan air, mengurangi kebisingan, meningkatkan daya tahan atap serta mempercantik pemandangan.
Taman atap biasa diterapkan pada gedung bertingkat atau atap rumah dengan lahan kosong. Untuk memulai pembuatan taman atap perlu diperhatikan diantaranya, membenahi struktur bangunan dan membuat atap dari beton. Perlu juga melapisi atap dengan bahan water proofing hingga kering. Kemudian memberi lapisan penahan tanah dan pembuatan drainase. Termasuk memberi tanah yang subur. Jika sudah begitu kita bisa mulai menanam.
Adapun tanaman yang bisa digunakan untuk taman atap kriterianya tahan terhadap sinar matahari langsung. Usahakan memilih tanaman bunga yang mudah dan sering berbunga semisal mawar, tapak dara, melati dan lainnya. Pilih pula tanaman yang tahan kering karena evapotranspirasi di atas atap sangatlah besar. Tanaman taman atap yang baik juga ialah memiliki banyak cabang untuk menciptakan bentuk agak rimbun. Adapun tanaman yang harus dihindari untuk taman atap ialah tidak memiliki akar tunggang. Akar serabut dan yang menyebar kesamping memikiki kedalaman 30cm serta tumbuhnya lambat lebih direkomendasikan.
Nah, langkah menyiapkan dan membuat taman atap itu sangat mudah kan. Yuk mulai sekarang kita manfaatkan lahan di atap menjadi taman atap daripada dipenuhi barang rongsok yang bisa menjadi sarang nyamuk dan penuh debu.
Foto : Kementan
