Mendulang Rupiah Melalui Ternak Bebek Peking

Pandemi bukan menjadi akhir segalanya, ada bisnis yang bisa dijalankan dan pastinya cepat menghasilkan rupiah. Adapun bisnis yang dimaksud adalah beternak bebek peking.

Ternak bebek Peking sendiri belakangan ini tengah digandrungi semua orang. Hal ini dikarenakan memiliki prospek usaha yang cukup cerah,dikarenakan banyak pengusaha restoran,rumah makan, dan warung tenda yang menyuguhkan menu bebek peking.

Kenapa bebek peking? Karena Bebek asal China memiliki ciri yang sangat khas, yakni seperti angsa namun berleher pendek, warna bulunya khas putih, warna paruh dan kaki orange, dengan postur tubuh montok (agak gemuk) seperti mentok memiliki daging yang besar serta enak dibandingkan bebek biasa.

Lantas bagaimana caranya beternak bebek peking? Dijelaskan oleh Yudi (49 tahun) salah seorang peternak bebek peking yang dihubungi via WhatsApp, caranya sangat mudah, Anda tinggal menyiapkan lahan yang luas dan juga makanan secukupnya.

” Bebek peking jangan ditaruh di kandang sempit. Karena pertumbuhan tubuhnya akan lama sehingga panennya pun lama. Terkait dengan makanannya yang jelas pur halus dicampur dengan nasi. Itu akan cepet panen,” jelas Yudi.

Saat ditanya berapa bulan sekali panennya? Yudi menjelaskan 3 bulan sekali. ” Bebek peking pertumbuhannya hampir sama dengan ayam negeri boiler. Jadi lebih cepat panen. Tapi saya sarankan jangan taruh dikandang sempit. Karena perkembangan tumbuhnya akan lama,” ucap Yudi.

Yudi juga menjelaskan bahwa untuk per ekornya bebek peking bisa dijual di angka Rp.70 ribu hingga Rp.80 ribu. Namun jika ingin menjual per-kg nya harganya mencapai Rp.30 ribu.(Hs.Foto.dok.Hs)