Jakarta, GPriority.co.id – Usai diresmikan, sejumlah pejabat asing dilaporkan mengisi kursi kepemimpinan Danantara. Sontak, jabatan penting yang mereka emban tersebut menuai pro kontra dari berbagai kalangan.
Salah satunya seperti Thaksin Shinawarta yang merupakan Mantan Perdana Menteri Thailand. Ia menjabat dari 2001-2006. Namun dirinya harus turun jabatan karena kasus kudeta militer. Banyak masyarakat yang kemudian merasa bahwa Thaksin melakukan penyalahgunaan kekuasaan dan memiliki kepentingan pribadi.
Menurut CIO Danantara, Pandu Sjahrir, alasan Danantara merekrut banyak pejabat asing yaitu karena badan investasi ini memerlukan sosok yang ahli dalam bidang investasi, serta kondisi perekonomian dan politik global.
Pandu berpendapat, kondisi global seperti pasar modal yang sedang bergejolak banyak negara memerlukan susunan pengurus yang dapat memberikan masukan.
Pandu turut menegaskan jika nama-nama yang masuk sebagai pengurus Danantara telah melalui seleksi yang ketat berdasarkan kompetensi mereka masing-masing. Ia juga menekankan jika tidak ada orang titipan pada kepemimpinan Danantara.
“Memang banyak noise, concern, bagaimana pembentukan tim Danantara, siapakah manajemen Danantara, namun semuanya profesional, tidak ada titipan, semua adalah yang terbaik di bidangnya dan secara global,” ucap Pandu seperti dikutip dari Antara.
Banyak Pro Kontra
Dari sisi lain, sejak awal kehadirannya Danantara banyak menimbulkan pro kontra. Menurut beberapa pengamat, Danantara bisa menjadi wadah baru ladang korupsi, layaknya 1MDB milik Malaysia.
Namun disisi lain banyak yang menilai jika Danantara juga memiliki potensi untuk memaksimalkan peluang investasi yang selama ini kurang dioptimalkan oleh BUMN.
Editor: Novita Intan
Foto : Dok. Sekretariat Presiden
