Mengenal Suku Bonai di Sumatera

Keberagaman suku budaya di Sumatera merupakan aset budaya yang tak ternilai harganya. Salah satu suku yang tak banyak diketahui adalah Suku Bonai. Suku Bonai termasuk suku terasing yang telah dibina oleh Departemen Sosial sejak lebih dari tiga puluh tahun yang lalu.

Orang Bonai berdiam secara berkelompok di sekitar daerah aliran sungai Rokan Kiri dan Rokan Kanan, baik di wilayah Tanah Putih, maupun di wilayah Rokan IV Koto, terutama di Ulak Kemahang dan Kasimang. Jumlah populasinya diperkirakan kurang dari 5.000 jiwa. Orang Bonai yang bermukim di desa binaan Bonai hidup bertetangga dengan suku bangsa Sakai yang juga sudah banyak dimukimkan.

Mata pencaharian suku Bonai adalah berburu, meramu hasil hutan, sedikit berladang dan terutama menangkap ikan di daerah aliran Batang Rokan dan anak-anak sungainya. Sistem kekerabatannya bilateral. Di Provinsi Riau pemimpin kelompok setempatnya disebut Batin. Umumnya masih menganut religi lama yang animistis, namun sebagian sudah memeluk agama Islam.

Bahasa Bonai masih serumpun dengan bahasa Melayu, hanya berbeda dialek dan sejumlah kosa kata. Berbeda dengan suku bangsa Sakai yang hidup berpindah-pindah dalam hutan, suku bangsa Bonai lebih suka hidup di perairan Sungai Rokan. 

Orang Bonai sendiri dengan tegas menyatakan mereka berbeda dengan orang Sakai. Dibandingkan dengan orang Sakai, orang Bonai lebih banyak mengadakan kontak budaya dengan orang Melayu. Mereka sejak dulu sudah sering bepergian menjual ikan atau kayu dan hasil hutan lain ke Bagan Siapiapi, sebuah kota perikanan di muara Sungai Rokan. (VIA)

Related posts