Mengenal Tari Jalak Lawu, Tari Tradisional Khas Magetan

Jakarta,GPriority.co.id – Pemerintah Kabupaten Magetan baru saja menetapkan Tari Jalak Lawu sebagai tarian khas daerah Kabupaten Magetan. Penetapan ini dilakukan kemarin, Selasa (2/8/2022), di Gedung Kesenian Magetan Jl. Tripandita.

Langkah penetapan itu mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk para seniman yang bangga terhadap upaya Pemkab untuk memperhatikan dan melestarikan kesenian lokal.

“Ini langkah awal bangkitnya budaya lokal yang kemudian mendapat legalitas. Semoga menyusul kesenian Magetan lain yang dilegalkan sehingga mendapat pengakuan dari daerah lain,” kata seniman penata iringan Tari Jalak Lawu, Isdi Susilo dalam pernyataannya dengan media lain.

Respon positif lain juga diungkapkan oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana AV Sasa. Dia mengapresiasi upaya pemerintah Magetan dan para seniman dalam menetapkan legalitas Tari Jalak Lawu.

Penamaan tari jalak lawu bermula dari cerita tentang burung jalak yang terdapat di Sarangan, lereng Gunung Lawu dengan nama jalak lawu. Burung jalak lawu dipercaya sebagai penuntun para pendaki yang tersesat di Gunung Lawu.

Burung jalak lawu lebih sering terlihat pada sore hari di kawasan pos dua atau dengan ketinggian 700 mdpl. Ciri dari burung ini adalah bulu yang berwarna cokelat dan bulu pada bagian dada yang berwarna kuning gading. Paruh dan kakinya memiliki warna senada dengan warna pada bulu bagian dada.

Burung jalak lawu dipercaya sebagai jelmaan Wongso Menggolo, salah satu pengikut setia Prabu Brawijaya V. Berdasarkan cerita zaman dahulu, Raja Brawijaya V mengasingkan diri ke kawasan Puncak Gunung Lawu kurang lebih 600 tahun lalu.


Gerakan Tari Jalak Lawu menggambarkan gerak burung yang lincah indah dengan warna bulunya yang gemerlapan. Terbang kian kemari untuk mencari makan dan minum, bercumbu dan bermain. (Hn.Foto.Istimewa)

Related posts