Jakarta, GPriority.co.id – Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengadakan pertemuan dengan Duta Besar Pemerintah Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi, Jumat (13/12).
Dalam sambutannya, Menteri Rachmat Pambudy mengapresiasi atas kerja sama dan kontribusi Pemerintah Jepang serta berharap agar kerja sama tersebut dapat semakin erat di masa mendatang.
“Merupakan kehormatan bagi kami untuk menyambut Duta Besar Masaki Yasushi dalam pertemuan ini. Jepang adalah mitra strategis yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan Indonesia melalui dukungan Pemerintah Jepang, khususnya melalui JICA dan kerja sama diplomatik yang erat,” ujar Menteri Rachmat Pambudy.
Kementerian PPN/Bappenas berharap kolaborasi dengan Pemerintah Jepang terus berlanjut dan selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, serta dokumen yang saat ini sedang disusun, yaitu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. “Kami yakin kolaborasi strategis Indonesia dan Jepang perlu terus diperkuat agar sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045, dengan fokus pada keberlanjutan, kemajuan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap kemitraan ini terus berkembang melalui dialog konstruktif dan memberikan dampak signifikan bagi kedua negara,” imbuh Menteri Rachmat Pambudy.
Saat ini, terdapat beberapa proyek kerja sama dengan Pemerintah Jepang yang masih dalam tahap negosiasi. Kementerian PPN/Bappenas berharap proses tersebut dapat dipercepat sehingga kerja sama tersebut dapat segera dilakukan pada 2025. Tidak hanya itu, Kementerian PPN/Bappenas juga berharap kolaborasi kerja dengan Pemerintah Jepang dapat diperluas, salah satunya dengan meningkatkan implementasi skema pembiayaan inovatif dari JICA, dukungan kapasitas dari Pemerintah Jepang di bidang pembangunan ekonomi, keuangan, fiskal, dan penganggaran untuk mendukung aksesi Indonesia dalam OECD, skema Official Development Assistance (ODA) dengan persyaratan yang lebih lunak untuk mendukung wilayah tertinggal, hingga berbagi pengalaman Jepang dalam mendapatkan sumber pembiayaan swasta.
Menteri Rachmat Pambudy mengatakan, kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang sudah dilakukan cukup lama. Sejak 1954, kerja sama Indonesia Jepang bermula dari Development Cooperation Charter Jepang, yang berfokus pada kerja sama mengatasi tantangan global dan membangun kemitraan untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama. Jepang merupakan salah satu mitra pembangunan bilateral terbesar bagi Indonesia, dengan proporsi terhadap total portofolio pinjaman luar negeri bilateral mencapai 49.81% atau sekitar USD 10.77 miliar, dengan sektor yang menjadi fokus oleh JICA adalah transportasi dan infrastruktur. “Duta Besar Masaki Yasushi, kami menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan dan kontribusi
Pemerintah Jepang dalam pembangunan Indonesia, yang menjadi pilar penting hubungan bilateral kedua negara,” kata Menteri Rachmat Pambudy.
