Jakarta, GPriority.co.id – Di samping progres pembangunannya, kini mata masyarakat Indonesia tertuju pada laporan mengenai IKN yang dikabarkan saat ini dipenuhi PSK dari Bandung, Makassar, dan Yogyakarta.
Menurut sebuah laporan, Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara telah menertibkan puluhan perempuan yang diduga bekerja sebagai PSK (Pekerja Seks Komersial), di sekitar wilayah IKN (Ibu Kota Nusantara), Kalimantan Timur.
Adapun operasi penertiban PSK tersebut dilakukan untuk menjaga wilayah IKN dari adanya praktik prostitusi baik lewat daring maupun luring. Kabarnya, paling banyak ditemukan di Kecamatan Sepaku.
Pada operasi terakhir yang dilakukan sebanyak tiga kali, terdapat 64 PSK yang ditertibkan. Ketika dimintai keterangan, mereka ternyata berasal dari luar daerah seperti Samarinda, Makassar, hingga Yogyakarta.
Para PSK tersebut menawarkan tarif jasa berkisar Rp400-700 ribu per kencan. Sementara itu, untuk sewa kamar penginapan, dikenakan tarif Rp300 ribu per malamnya.
Untuk memberantas praktik ini, Bagenda Ali selaku Kepala Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara menekankan pentingnya kerja sama antar lintas sektor, guna mengawasi pendatang yang tak memiliki identitas. Pasalnya, mereka dapat berpotensi merusak moral serta sosial di kawasan strategis nasional.
Sebelumnya, Satpol PP telah menerima berbagai laporan dari masyarakat dan pemerintah desa setempat tekait praktik prostitusi online di sekitar wilayah IKN. Bergerak langsung, mereka langsung memantau secara intensif selama tiga bulan terakhir.
Saat dimintai tanggapan mengenai isu ini, Menko Pemberdayaan Masyrakat (PMK) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) merasa tak percaya.
“Waduh, masa iya? gawat. Ini harus di cek,” katanya.
Lebih lanjut, Cak Imin juga merasa prihatin dengan kondisi tersebut, dan mengaku akan mengeceknya langsung terkait kondisi di lapangan.
Foto : Ilustrasi/Dok. Freepik
