Mojtaba Khamenei Diserang AS-Israel, Bagaimana Kondisi Terkininya?

Ilustrasi Mojtaba Khamenei usai dilantik menggantikan ayahnya yang wafat akibat serangan gabungan AS-Israel pada Sabtu (28/2) lalu/Foto : Dok. X Ilustrasi Mojtaba Khamenei usai dilantik menggantikan ayahnya yang wafat akibat serangan gabungan AS-Israel pada Sabtu (28/2) lalu/Foto : Dok. X

Iran, GPriority.co.id – Pemimpin Tertinggi Iran yang baru diangkat, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mendapat serangan gabungan dari AS-Israel.

Menjawab kekhawatiran publik tentang kondisi Mojtaba Khamenei, Putra Presiden Masoud Pezeshkian, Yousef Pezeshkian, pun mengungkap kondisi terkininya.

Sebagaimana dilansir dari laporan WIO News pada Kamis (12/3), Mojtaba Khamenei dilaporkan dalam keadaan aman dan sehat meskipun mengalami cedera selama perang tersebut berlangsung.

Pernyataan ini diungkapkan oleh Yousef pada Rabu (11/3) kemarin, disaat banyaknya spekulasi yang bermunculan terkait kesehatan dan keberadaan ulama berusia 56 tahun tersebut.

Setelah diangkat menjadi pemimpin Iran yang baru usai kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba lebih sering menjauh dari pandangan publik.

Berbagai laporan menunjukkan bahwa Mojtaba terluka selama konflik, meskipun detailnya belum jelas. Pihak berwenang Iran pun memilih ‘irit’ bicara terkait kondisi terbaru Mojtaba.

Dalam sebuah unggahan Telegram, Yousef Pezeshkian, yang juga merupakan seorang penasihat pemerintah memberikan pernyataan yang menjawab rasa penasaran publik.

“Saya mendengar kabar bahwa Bapak Mojtaba Khamenei terluka. Saya telah bertanya kepada beberapa teman yang memiliki koneksi. Mereka memberi tahu saya bahwa, alhamdulillah, beliau selamat dan sehat,” ungkapnya.

Sebelumnya, televisi pemerintah Iran menyebut Khamenei sebagai “veteran yang terluka dalam perang Ramadan” tetapi tidak merinci lukanya.

Menurut laporan New York Times yang mengutip tiga pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya, Mojtaba Khamenei disebut mengalami cedera, termasuk di kakinya, tetapi ia sadar dan berlindung di lokasi yang sangat aman dengan komunikasi terbatas.

Sebagai informasi, Mojtaba dipilih oleh Majelis Pakar Iran sebagai Pemimpin Tertinggi baru negara itu awal bulan ini, menandai pertama kalinya posisi tersebut diwariskan dari ayah ke anak dalam sejarah Republik Islam.

Pengangkatannya terjadi ketika Iran masih terjebak dalam konflik yang semakin meluas dengan Amerika Serikat dan Israel, dengan serangan yang terus berlanjut di seluruh wilayah tersebut.