Morowali, Target Investasi Tercapai Fasilitas Tergapai

Penulis : Dimas | Editor : Lina F | Foto : dok.GP

Kabupaten Morowali saat ini telah menjelma menjadi salah satu Kabupaten dengan tingkat Investasi tertinggi khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah.

Capaian tersebut menjadi penting, karena peran penting Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali yang terus berupaya dalam membangun ekosistem investasi sehingga target dalam terwujud.

Seperti pada 2022 lalu, Pemerintah Pusat telah menargetkan kepada pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 53 Triliun, untuk target realisasi investasi Kabupaten Morowali sebesar 35,7 Triliun.

Hal tersebut terjawab dalam semester I Pemkab Morowali telah melampaui target telah mencapai 43,6 Triliun, dimana telah melampaui target sebesar 122%.

”Pada semester I Tahun 2022 Kabupaten Morowali telah mencapai 43,6 Triliun, dimana telah melampaui target sebesar 122% dan telah menempati urutan I tingkat Nasional sedangkan untuk Provinsi Sulawesi Tengah menempati urutan III Nasional,” ujar Bupati Morowali Drs. Taslim dalam rapat Koordinasi Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Se-Kabupaten Morowali Tahun 2022, pada, Senin 1 Agustus 2022.

“Sementara itu, Pada Tahun 2022 di Semester Ke II capaian Investasi Provinsi Sulawesi Tengah sudah di Angka Rp.30,12 Triliun, Artinya bahwa Sulawesi Tengah masuk pada tiga besar Nasional. Dari Rp.30,12 Triliun, ada Rp.29,3 Triliun berada di Kabupaten Morowali. Morowali menjadi peringkat pertama, capaian investasi secara nasional,” tambahnya.

Selain itu, berdasarkan informasi yang di sampaikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura pada 16 Mei 2022 lalu, Kabupaten Morowali menjadi peringkat pertama dengan penyerapan investasi mencapai Rp14,021 Triliun disusul oleh Morowali Utara dengan Rp4,902 triliun.

“Adapun lima besar kabupaten/kota dengan realisasi tertinggi kali ini yakni Kabupaten Morowali Rp14,021 triliun, Morowali Utara Rp4,902 triliun, Poso Rp665,76 miliar, Kota Palu Rp141,73 miliar dan Kabupaten Donggala Rp136,92 miliar,” papar Rusdy.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Morowali (Pemkab) kini juga sedang berupaya menyelaraskan terhadap perkembangan investasi melalui sarana prasarana penunjang seperti jalan hingga Mall Pelayanan Publik (MPP).

Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Morowali kini hadir membawa perubahan dalam peningkatan pelayanan kualitas kepada masyarakat khususnya pelayanan publik.

Sejak dimulai pembangunanya pada 4 Mei 2022 lalu, MPP yang berlokasi di Kompleks Perkantoran Fonuasingko Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Morowali, Sulawesi Tengah ini sudah resmi beroperasi sejak dilakukannya Soft Launching yang bertepatan pada Hari Lahir Pancasila pada, Kamis (1/5).

Diresmikan langsung oleh Bupati Morowali Drs. Taslim, yang mengatakan momentum penting dalam transformasi pelayanan publik di Morowali terjadi pada hari ini.

“(Soft Opening MPP) menandai langkah nyata dalam menjadikan Kabupaten Morowali sebagai daerah yang lebih maju melalui peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Bupati Taslim mengawali sambutannya.

Suatu kebanggaan tersendiri, MPP Morowali menjadi yang kedua berada di Provinsi Sulawesi Tengah setelah Kota Palu yang menelan biaya kurang lebih 20 Miliar.

Bupati Taslim menuturkan ini adalah hasil dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pelayanan publik dengan pendekatan yang lebih modern dan efisien.

“Hadirnya Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Morowali, semoga bisa memberikan motivasi bagi daerah lain khususnya di provinsi Sulawesi Tengah dalam meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik dan maju,” pungkas Bupati Taslim.

Sebagai Kabupaten yang penyerapan investasi tertinggi, Bupati Taslim berharap MPP ini hadir sebagai jawaban atas kegundahan yang terjadi karena perbedaan lokasi dalam mengurus administrasi yang kini menjadi satu atap.

Dalam kesempatan tersebut,Bupati Taslim berharap hal ini menjadi lebih baik dan efisien serta dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat

“Mudah-mudahan dengan adanya soft opening ini, kita lebih bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam dunia usaha. Dimana Kabupaten Morowali hari ini menjadi salah satu kabupaten yang banyak melakukan kegiatan investasi,” ujar Bupati Taslim.

Lebih lanjut dikatakan Bupati Taslim, di dalam bangunan yang modern ini masyarakat dapat mengakses segala bentuk layanan administratif seperti perizinan usaha, pendaftaran akta kelahiran, dan berbagai layanan kependudukan lainnya.

“Hingga dilakukannya soft launching ini, masyarakat sudah bisa melakukan aktivitas administrasi dalam satu atap di MPP Morowali dengan nyaman,”tutur Bupati Taslim menutup sambutannya. (ADV)