Spanyol, GPriority.co.id – Muhammadiyah Jawa Timur kembali menjadi sorotan setelah proses akuisisi sebuah kompleks bangunan yang mencakup gereja tidak aktif di Alcalá de Henares, dekat Madrid, Spanyol.
Dilansir dari postingan Instagram @moslimcore, nilai transaksi tersebut ditaksir mencapai sekitar 3 juta euro atau setara Rp45 miliar. Bangunan tersebut dikembangkan menjadi pusat kegiatan umat Islam, termasuk difungsikan kembali sebagai masjid, setelah seluruh proses pembelian dan administrasi selesai.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi dakwah Muhammadiyah sekaligus memperluas pelayanan bagi komunitas Muslim di kawasan Eropa. Kompleks yang dibeli memiliki luas sekitar tiga hektare dan terdiri atas asrama serta sebuah gereja yang sudah tidak lagi aktif digunakan. Menurut Muhammadiyah, lokasi tersebut diyakini memiliki keterkaitan sejarah dengan kejayaan peradaban Islam di Andalusia.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Saad Ibrahim, membenarkan bahwa inisiatif tersebut bermula saat dirinya masih memimpin Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Ia mengatakan gagasan itu lahir setelah rombongan Muhammadiyah melakukan perjalanan peradaban ke Turki dan Spanyol.
“Di akhir periode kami di PWM Jatim, kami melakukan ar rihlah at tsaqafiyah, rihlah peradaban. Kami ke Turki dan Spanyol. Nah di Spanyol itu ar-rihlah yang mestinya memberikan kegembiraan-kegembiraan justru memberikan kepedihan-kepedihan karena kebesaran Islam sudah tidak lagi menjadi milik kita, di situlah kemudian kita melakukan langkah awal biar pun kemudian di situ kita ada prosesnya panjang karena ini berkaitan dengan dua negara,” ujar Saad Ibrahim.
Menurut Saad, proses pembelian tidak berlangsung singkat karena melibatkan negosiasi lintas negara dan berbagai aspek administrasi. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan inisiatif pribadi, melainkan bagian dari agenda organisasi Muhammadiyah.
“Yang kedua, ini bukan (inisiatif) individual tapi organisasi. Tapi dengan kita katakan (soal pembelian) itu, ini sudah power,” tegas Saad.
Ia menambahkan, tujuan utama pembelian bukan sekadar memiliki aset di luar negeri, tetapi membangkitkan inspirasi umat Islam agar berani mengambil langkah nyata dalam membangun kembali peradaban Islam melalui pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial.
Lebih lanjut, Muhammadiyah juga mengembalikan fungsi bangunan tersebut sebagai masjid sekaligus mengembangkannya menjadi pusat ibadah, pendidikan, kajian Islam, dan kegiatan sosial bagi masyarakat Muslim di Spanyol. Kehadiran pusat aktivitas tersebut diharapkan dapat memperkuat syiar Islam yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Sebagai catatan, berdasarkan keterangan resmi Muhammadiyah, proses akuisisi dilakukan melalui tahapan negosiasi yang cukup panjang. Karena itu, informasi mengenai status akhir pembelian maupun pengembangan kompleks tersebut mengikuti perkembangan resmi yang disampaikan oleh Muhammadiyah.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperluas kiprah organisasi di tingkat global melalui pendekatan damai, pendidikan, dan pelayanan kemanusiaan.
