Jakarta, GPriority.co.id – Beberapa musisi, band, hingga label musik independen di luar negeri beramai-ramai menyerukan boikot Spotify. Tak sampai disitu, mereka juga menarik karyanya dari platform musik digital yang terkenal di seluruh dunia tersebut.
Bukan tanpa alasan, gerakan ini mereka lakukan sebagai bentuk protes terhadap CEO dan co-founder Spotify, Daniel Ek, yang dilaporkan berinvestasi senilai USD 700 juta atau setara dengan Rp11,45 triliun ke perusahaan Jerman bernama Helsing.
Helsing awalnya merupakan perusahaan software berbasi AI. Namun kini perusahaan tersebut merambah ke dunia manufaktur drone militer, dan memproduksi senjata perang. Daniel dan mitranya, Shahil Khan, dilaporkan terlibat di perusahaan tersebut dengan melalui Prima Materia.
Saat hal ini diketahui publik, Daniel langsung dikecam oleh berbagai pihak, utamanya dari kalangan musisi. Mereka merasa khawatir jika nantinya uang yang didapat dari karya mereka di Spotify, digunakan untuk membeli senjata dan menyerang Gaza, Palestina.
“Setiap kali seseorang mendengarkan musik kami di Spotify, apakah itu berarti ada satu dolar yang disalurkan untuk menyerang apa yang kita lihat terjadi di Gaza dan lebih menguntungkan?” ujar musisi bernama Greg Saunier seperti dikutip dari Los Angeles Times.
Adapun beberapa musisi yang telah menarik karya musik mereka dari Spotify diantaranya King Gizzard & The Lizard Wizard (band asal Australia), Kalahari Oyster Cult Label (label musik asal Belanda), Xiu Xiu (band asal Amerika Serikat), serta Leah Senior (penyanyi asal Australia).
Namun bukan hanya karena CEO Spotify berinvestasi di Helsing, melainkan juga karena munculnya isu “ghost artist” atau artis bayangan yang digunakan untuk menekan biaya royalti.
