Nuansa Eropa Kuno di Kota Lama Semarang

Tak perlu jauh-jauh ke Eropa kalau hanya ingin menikmati indahnya bangunan khas Eropa kuno. Cukup ke Semarang, karena ada satu destinasi wisata menarik yang menyajikannya. Namanya Kota Lama Semarang.

Kota Lama Semarang merupakan sebuah kawasan yang penuh dengan bangunan-bangunan Eropa era kolonial. Uniknya, walau bangunan-bangunan ini sudah berusia 200-300 tahun,  banyak diantaranya yang masih dalam kondisi sangat baik dan berfungsi normal.

Di kawasan Kota Lama Semarang, Anda bisa menikmati bangunan-bangunan dengan arsitektur era kolonial yang kental. Salah satunya Gereja GPIB Immanuel atau yang biasa disebut dengan Gereja Blenduk. Gereja yang dibangun pada tahun 1753 ini, merupakan landmark atau bangunan yang paling populer di kawasan ini. Disebut Blenduk karena atapnya berbentuk kubah (Bahasa Jawa). Bangunan kuno ini kini masih digunakan sebagai tempat ibadah, namun jika pengunjung yang bukan jemaat gereja ingin memasuki gereja boleh boleh saja, selama gereja ini tidak digunakan untuk peribadatan. Caranya cukup mengisi buku tamu serta memberikan sumbangan sukarela ke kotak amal yang berada di dalamnya.

Di sebelah timur gereja blenduk terdapat Taman Srigunting, sebuah taman berasitektur Belanda yang rindang, sehingga banyak dikunjungi oleh warga dan juga komunitas.

Arsitektur Eropa kuno lainnya bisa Anda lihat di jalan Cendrawasih. Di sana ada bangunan yang diatasnya terdapat patung semut raksasa. Namanya Gedung Marabunta. Di pertengahan tahun 2015 hingga saat ini, Gedung Marabunta dijadikan cafe, oleh MGM Cafe and Gallery. Meski demikian, arsitektur bangunan tersebut tidak dirubah oleh pemilik cafe dikarenakan adanya pelarangan dari Pemkot Semarang untuk merubah Marabunta yang sudah menjadi cagar budaya.

Arsitektur Eropa lainnya juga bisa dilihat pada Stasiun Tawang Semarang. Ciri khas bangunan Belanda kuno masih menghiasi stasiun yang masih beroperasi hingga saat ini. Di depan Stasiun ada Polder Tawang yang memiliki fungsi untuk pusat pengendali banjir serta penampungan air. Ada pula Pabrik Rokok Praoe Lajar, pabrik rokok indi yang bangunannya sangat terawat dengan nuansa merah putih. Dan masih banyak lagi bangunan kuno yang ada di Kawasan Kota Lama Semarang ini.

Di beberapa lokasi, Anda bisa melihat jalanan yang tidak diaspal, tetapi ditehel. Tujuannya agar kota ini bisa terus dikenang sebagai kota sejarah.(Hs)

Related posts