WHO Belum Menetapkan Perhatian khusus untuk Mutasi N439K

Jakarta,Gpriority-Selain mutasi corona B117, pada saat ini ditemukan pula mutasi corona N439K yang berasal dari Skotlandia.

“ Benar mutasi corona N439K yang berasal dari Skotlandia telah terdeteksi di Indonesia,” ucap Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban dalam siaran persnya beberapa hari yang lalu.

Kementerian Kesehatan melalui juru bicaranya Siti Nadia Tarmizi dalam siaran persnya secara virtual melalui akun You Tube Kemenkes, Senin (15/3/2021) membenarkan bahwa mutasi N439K sudah masuk ke Indonesia, bahkan sudah ditemukan sejak November 2021.

Terkait bahaya atau tidaknya, Kemenkes masih belum bisa menjelaskan karena belum ada data lengkap mengenai tingkat keparahan yang ditimbulkan oleh mutasi corona ini, bahkan Badan Organisasi kesehatan Dunia,WHO juga belum meminta Kemenkes untuk mewaspadai N439K.

“Sampai sekarang WHO belum menjadikan mutasi ini termasuk virus yang harus mendapat pengawasan khusus layaknya B117, meskipun dalam laporan sebuah jurnal kesehatan dunia, mutasi corona ini dapat menempel lebih kuat di sel-sel tubuh manusia. Alasan WHO, karena temuan tersebut masih dalam penemuan di lab bukan di dalam masyarakat. Selain itu masyarakat yang terkena virus ini pun semuanya sembuh,” tutur Nadia.

Nadia juga meminta agar masyarakat tidak perlu panik mendengar berita ini. Karena dengan tidak panik serta menerapkan protokol kesehatan termasuk 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas), maka N439K tidak akan bersarang di tubuh mereka. Selain itu Nadia juga menyarankan agar memeriksakan diri ke dokter jika mengalami demam tinggi,batuk,sulit bernapas,kelelahan,kehilangan indera perasa,dan mual.

Nadia juga berpesan agar masyarakat yang belum divaksin untuk mendaftarkan diri. “ Sebab dengan vaksin bisa membantu meningkatkan imunitas yang dapat mencegah berbagai macam virus penyakit bersarang di tubuh kita,” tutup Nadia.(Hs)

Related posts