Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan seluruh Ketua Umum Partai Politik (Ketum Parpol) dan pimpinan MPR/DPR/DPD RI di Istana Negara, Minggu (31/8).
Adapun Ketum Parpol yang hadir yakni Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketum Nasdem Surya Paloh. Untuk partai Demokrat diwakilkan oleh Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas Yudhoyono) selaku wakil ketua, dan Partai PKS diwakilan oleh Muhammad Kholid selaku Sekertaris Jenderal.
Kemudian hadir pula, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, serta Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.
Prabowo mengatakan, pemanggilan para ketum parpol dan pimpinan wakil rakyat itu bertujuan untuk membahas perkembangan situasi di Indonesia, dimana beberapa hari terakhir ini sedang dilanda gelombang demostrasi besar-besaran.
Dia mengaku selalu memantau situasi demostrasi yang terjadi di sejumlah kota di Indonesia beberapa hari terakhir ini.
Prabowo menyatakan, ia dan pimpinan lembaga wakil rakyat serta ketum parpol sepakat untuk menghormati dan terbuka terhadap kebebasan penyampaian pendapat yang murni dari masyarakat, sebagaimana tertuang dalam United Nations International Covenant on Civil and Political Rights Pasal 19 dan Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998.
“Penyampaian aspirasi bisa dilakukan secara damai namun jika dalam pelaksanannya terdapat kegiatan-kegiatan yang bersifat anarkis distabilisasi negara, merusak atau membakar fasilitas umum sampai adanya korban jiwa, mengancam dan menjarah rumah-rumah dan instansi-instansi publik maupun rumah-rumah pribadi, hal itu merupakan pelanggaran hukum. Dan negara wajib hadir dan melindungi rakyatnya,” kata Prabowo dilihat dari siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (30/8).Â
Prabowo menilai, aksi demostrasi yang terjadi beberapa hari terakhir ini telah menunjukkan gejala tindakan-tindakan di luar hukum, bahkan melawan hukum, serta mengarah kepada makar dan terorisme.
Maka dari itu, Prabowo memerintahkan kepada aparat Kepolisian dan TNI, yang bertugas mengamankan demostrasi untuk melakukan tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang melakukan tindakan anarkis yang berujung pada pengrusakan fasilitas publik.
“Kepada pihak kepolisian dan TNI, saya perintahkan untuk mengambil tindakan yang setegas-tegasnya terhadap segala macam bentuk pengruksakan fasilitas umum, penjarahan terhadap rumah individu ataupun tempat-tempat umum atau sentra-sentra ekonomi. Sesuai dengan hukum yang berlaku,” ucapnya.
Lebih lanjut, Prabowo mempersilahkan masyarakat Indonesia untuk menyalurkan aspirasi yang murni dengan baik dan damai. Dia juga memastikan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut.
“Kami pastikan akan didengar, akan dicatat dan akan kita tindak lanjuti,” tuturnya.
Prabowo juga mengaku telah meminta kepada pimpinan DPR untuk mengundang para tokoh masyarakat, mahasiswa maupun kelompok yang ingin menyampaikan aspirasinya, untuk berdialog dengan wakil rakyat tersebut.
“Saudara-saudara sekalian, saya juga akan meminta pimpinan DPR untuk langsung mengundang tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh mahasiswa, tokoh-tokoh dari kelompok-kelompok yang ingin menyampaikan aspirasinya supaya bisa diterima dengan baik dan langsung berdialog,” ucapnya.
Pewarta : Fifi Abdurahman
