Jakarta, GPriority.co.id – Para kiai menegaskan bahwa tidak ada upaya pemakzulan terhadap Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Para ulama sepakat bahwa kepengurusan PBNU saat ini akan berlangsung hingga masa jabatan berakhir sesuai mandat muktamar.
Katib Aam PBNU Ahmad Said Asrori menyampaikan bahwa keputusan itu diambil secara bulat oleh para kiai yang hadir.
“Kami para kiai telah sepakat kepengurusan PBNU harus selesai sampai satu periode, yang muktamarnya kurang lebih satu tahun lagi. Semuanya tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri, kami sepakat begitu. Semua 100 persen ini,” ujar Ahmad Said dalam pertemuan para kiai di Gedung PBNU, Jakarta, Minggu (23/11).
Pertemuan yang dihadiri sekitar 50 kiai tersebut juga melahirkan dorongan agar digelar forum silaturahmi yang lebih luas untuk meredam dinamika internal yang tengah berkembang. Menurut mereka, dialog yang melibatkan lebih banyak tokoh dapat menciptakan suasana yang lebih kondusif.
“Semua mengusulkan agar ada silaturahim yang lebih besar di antara para alim, para kiai dalam rangka islahul perbaikan,” tambahnya.
Para ulama turut mengimbau masyarakat agar menjaga ketenangan dengan memperbanyak doa serta perenungan demi keharmonisan. Ahmad Said menegaskan kembali bahwa tidak ada dorongan untuk mundur ataupun mengganti struktur kepengurusan. Ia menekankan, perubahan hanya dapat dilakukan melalui Muktamar NU sebagaimana diatur dalam AD/ART.
Sementara itu, Gus Yahya menyatakan akan menuntaskan amanah yang diberikan Muktamar Ke-34. Usai bertemu sejumlah PWNU di Surabaya pada Minggu dini hari, ia memastikan tidak memiliki rencana mundur.
“Masa amanah yang saya terima dari Muktamar Ke-34 berlaku selama lima tahun dan akan dijalankan secara penuh,” ucapnya.
Gus Yahya juga menepis kabar mengenai adanya surat resmi terkait isu internal yang beredar, termasuk dokumen risalah rapat Syuriyah yang disebut meminta dirinya melepaskan jabatan. Hingga saat ini, ia memastikan belum menerima dokumen apa pun.
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, meminta seluruh jajaran NU dari tingkat pusat hingga ranting tetap tenang dan tidak ikut terbawa arus polemik. Ia menegaskan bahwa dinamika yang terjadi masih berada dalam mekanisme organisasi dan tengah ditangani oleh Syuriyah PBNU
