Patung Satir Trump–Epstein Bergaya Titanic Muncul di National Mall Washington

Washington, D.C. Gpriority.co.id – Sebuah patung emas raksasa bergaya satir yang menggambarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan mendiang taipan Jeffrey Epstein menarik perhatian publik setelah mendadak muncul di kawasan National Mall, dekat Gedung Capitol, pada 10 Maret 2026. Instalasi setinggi hampir 12 kaki itu meniru pose ikonik film Titanic, ketika karakter Jack dan Rose berdiri di ujung kapal dengan tangan terentang, lengkap dengan nuansa “King of the World”.

Karya ini dibuat oleh kelompok seniman anonim bernama “The Secret Handshake”. Di bagian dasar patung terpasang plakat yang menyebut hubungan Trump dan Epstein sebagai “tragic love story” ala Jack dan Rose, disertai rujukan pada pesta-pesta mewah dan sketsa telanjang yang dikaitkan dengan kehidupan sosial keduanya. Sekitar patung, terpasang sepuluh spanduk berisi foto Trump dan Epstein dengan slogan “Make America Safe Again”, di mana kata “Justice” tampak disensor.

Kemunculan patung tersebut segera memicu pro dan kontra. Sejumlah wisatawan dan warga lokal tampak mengantre untuk berfoto, menjadikannya atraksi baru di “halaman depan Amerika” yang setiap tahun dikunjungi sekitar 24 juta orang. Namun, kehadirannya juga menimbulkan kontroversi mengingat Epstein tewas pada 2019 saat menunggu persidangan kasus perdagangan seks, sementara Trump selama ini mengakui hanya mengenal Epstein secara sosial di Florida hingga awal 2000-an dan mengklaim tidak mengetahui kejahatannya.

Hingga 11 Maret 2026, Donald Trump belum memberikan reaksi publik resmi terkait patung emas bergaya Titanic ini. Pada instalasi serupa yang muncul September 2025 – versi pertama yang memperlihatkan Trump dan Epstein bergandengan tangan dengan plakat “Best Friends Forever” – Trump juga tidak pernah mengomentari langsung, meski karya tersebut ramai dibahas di media. Saat itu, perhatian Trump lebih tercurah pada isu lain seperti kebijakan pro-kripto dan imigrasi, tanpa menyentuh persoalan patung satir.

Pihak berwenang sendiri, khususnya National Park Service (NPS) di bawah Department of the Interior, tercatat pernah bersikap tegas terhadap instalasi sebelumnya. Patung “Best Friends Forever” dipasang pada 23 September 2025 dengan izin resmi hingga 28 September. Namun, pada 24 September sekitar pukul 05.30 pagi, NPS bersama US Park Police membongkar patung tersebut dengan alasan melanggar spesifikasi izin, antara lain soal ketinggian dan detail material. Langkah cepat tanpa pemberitahuan 24 jam itu sempat diprotes keras oleh “The Secret Handshake”, yang menuding adanya pembatasan kebebasan berekspresi.

Setelah melalui proses keberatan dan pengurusan dokumen baru, patung itu akhirnya diizinkan kembali dipasang pada Oktober 2025, menunjukkan bahwa kelompok seniman ini tidak hanya mengandalkan aksi gerilya artistik, tetapi juga menempuh jalur hukum yang tersedia. Rekam jejak inilah yang membuat karya-karya mereka sering menjadi pemicu debat antara kebebasan berekspresi dan regulasi ruang publik, khususnya di kawasan bersejarah seperti National Mall.

Untuk versi terbaru bergaya Titanic yang dicat emas, sampai 11 Maret 2026 belum ada pernyataan resmi dari NPS mengenai langkah yang akan diambil. Berdasarkan pola sebelumnya, otoritas taman nasional tersebut cenderung menilai instalasi semacam ini dari aspek kepatuhan terhadap izin – seperti ukuran, durasi, dan aspek keselamatan – ketimbang isi politik atau satir yang dikandungnya. Status patung pun masih belum jelas, apakah akan dibiarkan berdiri sementara, direvisi izinnya, atau kembali dibongkar seperti pendahulunya.

“The Secret Handshake” sendiri tetap mempertahankan anonimitas para anggotanya. Mereka menolak mengungkap identitas demi, menurut mereka, menjaga fokus publik pada pesan politik dan sosial yang ingin disampaikan, bukan pada sosok di balik karya. Kelompok ini pertama kali dikenal luas lewat patung “Best Friends Forever” pada 2025, lalu melanjutkan narasi kritik mereka melalui versi Titanic “King of the World” pada 2026. Di luar seri Trump–Epstein itu, hingga kini belum banyak informasi mengenai asal-usul, latar geografis, maupun proyek lain yang pernah mereka kerjakan.

Adapun National Mall, tempat patung ini berdiri, bukan sekadar taman kota biasa. Kawasan terbuka yang membentang sekitar tiga kilometer dari Lincoln Memorial hingga United States Capitol ini merupakan ruang simbolik yang menampung monumen-monumen bersejarah, deretan museum Smithsonian yang gratis diakses publik, galeri seni, hingga menjadi panggung demonstrasi politik, perayaan nasional, dan upacara pelantikan presiden. Di ruang yang sarat makna inilah, instalasi satir Trump–Epstein tersebut menuntut perhatian dan menambah satu bab baru dalam perdebatan panjang mengenai seni, kekuasaan, dan siapa yang berhak mendefinisikan wajah ruang publik Amerika.

Foto : “The Secret Handshake”