Pemerintah Pastikan Ekonomi RI Tetap Stabil di Tengah Dinamika Global

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto/Foto : Dok. Kemenko Perekonomian Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto/Foto : Dok. Kemenko Perekonomian

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam keadaan stabil meskipun dunia sedang menghadapi tekanan akibat dinamika global, termasuk konflik geopolitik. Keyakinan ini didasarkan pada kuatnya fundamental ekonomi nasional serta sinergi kebijakan yang terus dijaga antarinstansi.

Menurut Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan global sekaligus merespons berbagai masukan dari masyarakat dalam merumuskan kebijakan ekonomi. Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini tetap tangguh di tengah ketidakpastian global.

“Kami menghormati berbagai pandangan dari masyarakat, perlu kami tambahkan bahwa Pemerintah memastikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan resilian, ditopang oleh beberapa faktor utama,” ujar Haryo dikutip dari laporan ANTARA pada Jumat (27/3).

Haryo melanjutkan, saat ini stabilitas makroekonomi Indonesia masih terjaga dengan baik. Hal ini terlihat dari capaian pertumbuhan ekonomi yang tetap solid serta inflasi yang berada dalam kisaran target pemerintah. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sekitar 5,11 persen secara tahunan, sementara inflasi tetap terkendali di kisaran sasaran yang telah ditetapkan.

Sementara dari sisi domestik, konsumsi masyarakat menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai stimulus fiskal, termasuk bantuan sosial dan kebijakan pemerintah lainnya, turut memperkuat daya beli masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi domestik masih menjadi tulang punggung dalam menghadapi tekanan eksternal.

Di samping itu, sektor industri manufaktur juga memperlihatkan kinerja positif. Indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di level ekspansi, yang menandakan aktivitas industri terus berkembang. Capaian ini bahkan menjadi yang tertinggi dalam dua tahun terakhir, sehingga memperkuat optimisme terhadap keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ketahanan fiskal juga menjadi salah satu faktor penting yang menjaga stabilitas ekonomi nasional. Hingga Februari 2026, penerimaan pajak mengalami pertumbuhan signifikan, didorong oleh reformasi perpajakan dan digitalisasi sistem perpajakan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kapasitas fiskal pemerintah tetap kuat dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Di tengah ketidakpastian global, pemerintah juga fokus memperkuat ketahanan di sektor pangan dan energi sebagai penyangga utama ekonomi. Indonesia dinilai telah mencapai kemandirian pada sejumlah komoditas pangan serta mencatat surplus energi melalui program biodiesel. Langkah ini diharapkan mampu meredam dampak gejolak harga global terhadap perekonomian domestik.

Tidak hanya itu, transformasi ekonomi terus didorong melalui berbagai strategi jangka panjang, seperti hilirisasi industri, peningkatan investasi, serta percepatan digitalisasi. Pengembangan sektor kendaraan listrik dan energi baru terbarukan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional agar lebih berkelanjutan.

Pemerintah pun tetap optimistis terhadap prospek ekonomi ke depan. Dengan berbagai kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap kondisi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 diperkirakan dapat mencapai sekitar 5,4 persen.

“Kami akan terus menjaga stabilitas dan memastikan kebijakan yang diambil adaptif terhadap perkembangan global, sehingga perekonomian nasional tetap tumbuh positif dan berkelanjutan,” pungkas Haryo.