Pemkab Belu Siapkan Lahan Food Estate untuk Petani Jagung dan Padi

Pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur sediakan lahan untuk petani menanam jagung dan padi di Food Estate Rotiklot Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.

Untuk menanam jagung disiapakan lahan seluas 148 Ha dari 559 Ha, yang dibagi untuk 3 Desa yakni Rotiklot Desa Fatuketi 53 Ha, Desa Leosama 75 Ha dan Haliwen/Umaklaran 20 Ha.

Untuk desa Fatuketi dibagi lagi menjadi 4 Blok yaitu Blok A 3,5 Ha, Blok B 19,1 Ha, Blok C 17,9 Ha, Blok D 12,5 Ha.

Kemudian untuk lahan penanaman Padi seluas 411 Ha dari 559 Ha / 3.377 Ha, dibagi untuk 3 Desa yakni Desa Fatuketi/ Ainiba 281 Ha, Haliwen / Umaklaran 70 Ha, Haekrit / Manleten 60 Ha.

Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus menyampaikan terimakasih kepada pemerintah pusat dan berjanji akan menjaga lahan dengan sebaik-baiknya sampai produksi dan harus berhasil.

“Semoga kedepannya lahan ini akan meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Belu disini, dimana kita lihat bahwa ini adalah lahan ekstensifikasi,” kata Bupati saat melakukan Tanam Perdana Jagung Hibrida Varietas Nasa 29 di Food Estate Rotiklot, Sabtu (21/08/2021).

Selain lahan Food Estate, Pemkab Belu juga mengembangkan Sarana Produksi Padi (SAPRODI) seperti Benih 15kg/Ha, Pupuk Urea 200 kg/Ha, Pupuk NPK 150 kg/Ha, dan Pupuk Hayati 3 ltr/Ha, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Sedangkan untuk Brigade Pengolahan Lahan (Alsintan) Pendampingan dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu.

“Dulu disini hanyalah hutan, kita tanam sedikit-sedikit kadang hasilnya jadi kadang tidak jadi. Tetapi hari ini pemerintah menyediakan bibit, pupuk, dan air. Kami siap menjalani dan menerima ini dengan senang hati dan akan bekerja keras sampai berhasil,” tutur Bupati Taolin.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Ir. Ali Jamil mengatakan lahan Food Estate yang direncanakan semula 53 Ha terealisasi menjadi lahan percontohan.

“Intinya dalam menanam lahan seperti ini harus ditanam secara bertahap, semoga saja tidak ada halangan sesuai dengan yang kita rencanakan sekitar 53 Ha disini dan tentunya ini akan menjadi lahan percontohan”, ujarnya.

Ia juga berharap perhatian dari PUPR terutama kepada Kepala Balai Wilayah Sungai Nusantara II untuk memberikan dukungan air yang cukup pada lahan food estate tersebut sehingga tidak mengalami kekurangan air yang pada akhirnya gagal panen. (dwi.foto.dok.kominfo.belu)

Related posts