Pemkab Morowali Luncurkan Bantuan Seragam Sekolah Gratis bagi Siswa SD dan SMP

Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf meluncurkan program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP di Morowali, Selasa (15/7). Foto: dok. Pemkab Morowali Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf meluncurkan program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP di Morowali, Selasa (15/7). Foto: dok. Pemkab Morowali

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali, resmi meluncurkan program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai bagian dari komitmen memperkuat sektor pendidikan dan meringankan beban ekonomi masyarakat.

Peluncuran program ini dipusatkan di ibu kota Kecamatan Bungku Pesisir dan secara simbolis ditandai dengan penyerahan bantuan seragam kepada siswa baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP.

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari janji kampanye yang kini mulai direalisasikan.

“Ini adalah realisasi dari janji kampanye kita. Selain beasiswa untuk mahasiswa S1, program seragam sekolah ini menunjukkan bahwa kami serius membangun sektor pendidikan,” tegas Iksan, Selasa (15/7).

Penyaluran bantuan seragam secara menyeluruh akan dilakukan dalam waktu dekat ke seluruh sekolah yang tersebar di Kabupaten Morowali. Pemerintah daerah menargetkan distribusi merata untuk memastikan setiap siswa memperoleh bantuan tepat waktu menjelang tahun ajaran baru.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Morowali, Amir Aminudin, menjelaskan bahwa program ini mencakup tidak hanya siswa baru, tetapi juga siswa kelas 2–6 SD dan kelas 8–9 SMP.

Ia menekankan bahwa program ini mengedepankan asas keadilan sosial, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

“Kami memastikan bahwa 30 persen siswa dari keluarga pra-sejahtera akan menjadi prioritas. Kami ingin mereka tetap semangat bersekolah, tanpa kendala hanya karena tidak punya seragam,” ujarnya.

Bantuan ini sejalan dengan visi-misi kepala daerah dalam memaksimalkan otonomi daerah untuk menjamin akses pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan.

“Harapan kami, dengan program ini semangat anak-anak Morowali untuk belajar meningkat, dan orang tua merasa terbantu,” tambah Amir.