Morowali, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama Pemerintah Kabupaten Morowali akan berkolaborasi memperketat pengawasan pengelolaan lingkungan di wilayah tersebut guna mencegah potensi banjir di tengah cuaca ekstrem pada akhir Desember 2025.
Hal itu disampaikan Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, usai upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Morowali di Rumah Jabatan Bupati Morowali, Kota Bungku Tengah, Jumat (5/12).
“Kami akan bersinergi dengan pemerintah provinsi dan kebupaten untuk melakukan pengawasan secara ketat soal pengelolaan lingkungan. Kita akan menurunkan tim khusus yang membantu para bupati untuk melakukan tindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang abai dalam pengelolaan lingkungan,” kata Anwar kepada wartawan.
Ia mencontohkan, salah satu fokus pengawasan ialah daerah bantaran sungai dan kondisi sediment pond. Menurutnya, pengelolaan sediment pond yang buruk dapat menyebabkan tampungan air meluap dan jebol sehingga memicu banjir bandang.
“Jangan sampai hujannya semakin, curah hujan besar, dan daya tampungnya tidak kuat, akhirnya jebol, dan itu menimbulkan banjir bandar,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, memastikan pihaknya siap menindaklanjuti arahan Gubernur Sulteng.
“Kita akan menjadi ini salah satu evaluasi kuat. Jadi kalau Pak Gub mengirimkan tim, kami pastikan untuk mengbackup secara tuntas,” tuturnya.
“Morowali hari ini menjadi perbincangan yang begitu luas, tapi harapan kita dan tujuan kita itu kan memperbaiki. Kalau memang mereka ngeyel, ya maka kita bertindak tegas nantinya,” tegas Iksan.
