Uni Emirat Arab, GPriority.co.id – Penelitian terbaru dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sharjah di Uni Emirat Arab menemukan bahwa ekstrak bawang putih bisa menjadi alternatif obat kumur.
“Obat kumur dari ekstrak bawang putih menunjukkan kemanjuran yang sebanding dengan klorheksidin, terutama pada konsentrasi yang lebih tinggi,” tulis peneliti yang terlibat dalam penelitian tersebut, dikutip dari laporan NY Post pada Jumat (21/11).
Dalam penelitiannya, para peneliti membandingkan ekstrak bawang putih dengan klorheksidin atau CHX. Zat ini merupakan antiseptik dan disinfektan yang banyak digunakan sebagai obat kumur.
Tetapi klorheksidin atau CHX dapat memicu efek samping seperti mati rasa di mulut, sensasi terbakar, hingga noda pada gigi dan lidah. Selain itu, penggunaan bahan kimia secara berlebihan juga dapat meningkatkan resistensi antimikroba yang membuat mulut penggunanya menjadi mangsa bakteri, virus, jamur, dan parasit, hingga menyebabkan bau mulut dan infeksi internal.
“Bawang putih (Allium sativum) dikenal karena khasiatnya selama berabad-abad dengan khasiat antimikrobanya dan menjadi subjek yang menarik dalam penelitian terkini,” tulis peneliti lebih lanjut.
Para peneliti turut meninjau lima penelitian sebelumnya untuk membuktikan bawang putih lebih baik dibandingkan dengan klorheksidin atau CHX, untuk menangkal kuman berbahaya pada mulut.
“Sifat antimikroba bawang putih telah dikaitkan dengan senyawa seperti alisin, yang terbentuk ketika bawang putih dihancurkan. Penelitian telah menunjukkan aktivitas antimikroba ekstrak bawang putih terhadap berbagai bakteri, jamur, dan virus,” ungkap peneliti.
Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa selama seminggu, obat kumur ekstrak bawang putih 3 persen secara signifikan lebih efektif dalam mengurangi jumlah bakteri saliva, dibandingkan dengan obat kumur klorheksidin 0,2 persen.
Kendati demikian, para peneliti menemukan bahwa klorheksidin tidak dapat bersaing dengan CHX dalam hal melawan mikroorganisme penyebab penyakit tertentu.
“Klorheksidin menunjukkan aktivitas antimikroba yang lebih baik terhadap bakteri tertentu seperti Prophyromonas gingivalis,” sebut peneliti.
“Obat kumur ekstrak bawang putih menunjukkan efektivitas antimikroba klinis, dengan penurunan jumlah bakteri yang signifikan dari awal,” ujar peneliti.
Para peneliti menegaskan kembali dalam kesimpulannya seraya menekankan, “kemungkinan penggunaan obat kumur ekstrak bawang putih sebagai alternatif yang layak untuk klorheksidin dalam konteks tertentu, terutama ketika konsentrasi yang lebih tinggi digunakan.”
