Washington DC, GPriority.co.id – Sebuah insiden penembakan terjadi di dekat Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, ketika agen United States Secret Service menembak seorang pria bersenjata yang diduga mengancam keamanan. Peristiwa ini diketahui terjadi saat Donald Trump tengah menghadiri sebuah acara di dalam Gedung Putih.
Menurut laporan media internasional seperti Reuters dan ABC News, insiden tersebut terjadi pada Senin (4/5) waktu setempat di area dekat National Mall, tidak jauh dari kompleks Gedung Putih. Otoritas menyebutkan bahwa kejadian bermula ketika petugas melihat seorang individu mencurigakan yang diduga membawa senjata api.
Deputi Direktur Secret Service, Matt Quinn, menjelaskan bahwa petugas berpakaian sipil pertama kali mengidentifikasi “seorang individu mencurigakan yang tampak memiliki senjata api.”
Saat petugas berseragam mencoba mendekati, pria tersebut melarikan diri sebelum akhirnya melepaskan tembakan ke arah aparat. Dalam situasi tersebut, agen Secret Service membalas tembakan dan berhasil melumpuhkan pelaku.
Akibat baku tembak tersebut, pelaku mengalami luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Hingga kini, kondisi pelaku belum dijelaskan secara rinci oleh pihak berwenang. Selain itu, seorang warga sipil yang berada di sekitar lokasi, dilaporkan ikut terluka, namun tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa.
Insiden ini sempat memicu penguncian sementara (lockdown) di Gedung Putih sebagai langkah pengamanan. Sejumlah staf dan jurnalis yang berada di kompleks tersebut diarahkan ke area aman selama situasi berlangsung.
Meski demikian, pihak keamanan memastikan bahwa tidak ada pelanggaran perimeter Gedung Putih. Pelaku juga disebut tidak berada di dalam area inti kompleks kepresidenan saat kejadian berlangsung.
Pada saat yang sama, Presiden Donald Trump tetap melanjutkan agenda pertemuan dengan pelaku usaha kecil di dalam Gedung Putih dan tidak memberikan komentar langsung terkait insiden tersebut.
Menariknya, insiden ini terjadi tidak lama setelah iring-iringan Wakil Presiden JD Vance melintas di area tersebut. Namun, otoritas menyatakan tidak ada indikasi bahwa pelaku menargetkan kendaraan tersebut maupun Gedung Putih secara langsung.
Hingga kini, motif pelaku masih dalam penyelidikan oleh aparat penegak hukum setempat. Pihak berwenang juga tengah mendalami apakah insiden ini memiliki kaitan dengan ancaman keamanan sebelumnya di Washington DC.
Insiden penembakan ini kembali menyoroti pentingnya sistem keamanan berlapis di kawasan Gedung Putih. Secret Service sebagai lembaga pengamanan presiden memiliki peran krusial dalam merespons ancaman secara cepat guna memastikan keselamatan pemimpin negara dan masyarakat di sekitarnya.
