Jakarta, GPrioirty.co.id – Pengadilan Internasional (ICC), resmi keluarkan surat perintah penangkapan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.
Benjamin Netanyahu resmi jadi buronan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) usai diterbitkannya surat perintah penangkapan dirinya pada Kamis (21/11).
Surat penangkapan tersebut juga diterbitkan untuk dua figur lainnya yakni mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Yoav Gallant, dan kepala militer Hamas, Mohammed Deif.

Usai diterbitkannya surat penangkapan tersebut, Netanyahu mengecam keras keputusan tersebut lewat X-nya dan merasa bahwa hal itu dapat berdampak negatif terhadap ICC dan semua pendukungnya.
Selebihnya, ia membandingkan keputusan ini dengan Persidangan Dreyfus yang terjadi pada akhir abad ke-19 di Prancis.
Persidangan ini jadi simbol ketidakadilan dan ekspresi antisemitik di meja persidangan dunia. Netanyahu pun yakin hal tersebut dapat terulang lagi.
Sebagai informasi, Pengadilan Internasional ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan Benjamin Netanyahu, dengan alasan tindakan pasukan Israel di Palestina.
Menurut laporan AFP, ICC menuduh Netanyahu terlibat dalam kejahatan perang di Gaza sejak 8 Oktober 2023 lalu.
Dalam pernyataan pada Rabu (20/11), ICC menyatakan bahwa ada “bukti yang masuk akal”, yang menunjukkan jika Netanyahu bertanggung jawab atas dugaan kejahatan perang tersebut.
Tuduhan tersebut termasuk menjadikan kelaparan sebagai metode peperangan.
ICC Juga Keluarkan Sejumlah Bukti Kejahatan Netanyahu
Lebih lanjut, dilansir dari AFP, Pengadilan Internasional ICC juga mengeluarkan sejumlah bukti kejahatan Netanyahu dalam surat penangkapannya.
Diantaranya konflik bersenjata dan kejahatan kemanusiaan, imbas dari serangan yang meluas dan sistematis terhadap seluruh warga Gaza, Palestina.
Selain itu Netanyahu bersama Gallant juga dinilai melakukan tindakan tak manusiawi, dengan membuat kondisi warga Palestina yang kekurangan air, listrik, bahan bakar, serta pasokan medis.

Bahkan dokter pun sampai harus mengamputasi warga Gaza termasuk anak-anak yang terluka karena obat-obatan dan anastesi yang dibatasi.
Netanyahu juga diketahui dengan sengaja menyerang secara brutal sejumlah rumah sakit, sekolah, hingga tempat penampungan warga Gaza, Palestina demi mengusir mereka.
Foto : Istimewa
