Perjalanan Cape Verde di Piala Dunia 2026: Negara Kecil dengan Mimpi Besar

Timnas Cape Verde disambut meriah sepulangnya ke kampung halaman/Foto : Dok. AFP Timnas Cape Verde disambut meriah sepulangnya ke kampung halaman/Foto : Dok. AFP

Jakarta, GPriority.co.id – Tim nasional Cape Verde atau Cabo Verde menjadi salah satu negara yang paling jadi sorotan di Piala Dunia 2026.

Meski langkah mereka terhenti setelah kalah dramatis 2-3 dari juara bertahan Argentina pada babak 32 besar, perjuangan tim yang memiliki julukan ‘Blue Sharks’ itu menuai pujian dari pecinta sepak bola dunia. Setibanya di ibu kota Praia, ribuan suporter menyambut para pemain bak pahlawan nasional.

Perjalanan Cape Verde memang layak dikenang. Negara kepulauan di Afrika Barat dengan populasi sekitar 500 ribu jiwa itu tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah lolos dari babak kualifikasi 2026. Di turnamen ini, mereka mencetak sejarah sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk paling sedikit yang berhasil menembus fase gugur Piala Dunia.

Sepanjang fase grup, Cape Verde tampil tanpa rasa gentar. Mereka menahan imbang Spanyol dan Uruguay, sebelum memastikan tiket ke babak gugur.

Di fase 32 besar, mereka kembali mengejutkan publik ketika dua kali mampu menyamakan kedudukan melawan Argentina hingga pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan waktu. Meski akhirnya tersingkir, penampilan penuh semangat mereka mendapat apresiasi luas.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, bahkan telah mengingatkan timnya agar tidak meremehkan Cape Verde sebelum pertandingan berlangsung.

“Mereka adalah tim yang pantas mendapatkan hasil lebih baik di beberapa pertandingan. Kami tidak boleh menganggap remeh mereka karena mereka sangat berbahaya dalam serangan balik,” ujar Scaloni seperti dikutip dari laporan Reuters.

Sesampainya di Bandara Internasional Nelson Mandela di Praia, para pemain disambut ribuan masyarakat yang memadati jalanan. Arak-arakan menggunakan bus terbuka berubah menjadi pesta rakyat yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Cape Verde pada 5 Juli. Musik, tarian, dan bendera nasional memenuhi sepanjang rute penyambutan.

Kapten sekaligus bek senior, Pico Lopes, mengaku bangga dengan pencapaian timnya meski gagal melangkah lebih jauh.

“Kami menunjukkan keberanian melawan salah satu tim terbaik di dunia. Seluruh negeri bisa bangga dengan apa yang telah kami lakukan,” kata Lopes usai kepulangan tim.

Kiper veteran Vozinha juga menjadi sorotan berkat penampilan gemilangnya sepanjang turnamen. Seusai pertandingan melawan Argentina, ia bahkan mendapat pujian langsung dari Lionel Messi.

“Kamu luar biasa. Rakyatmu seharusnya bangga kepadamu,” ujar Messi kepada Vozinha setelah laga berakhir.

Meski tidak membawa pulang trofi, Cape Verde berhasil memenangkan hati banyak pencinta sepak bola. Kisah negara kecil yang mampu bersaing dengan para raksasa dunia menjadi bukti bahwa semangat, disiplin, dan kerja sama mampu melampaui keterbatasan.

Piala Dunia 2026 pun akan selalu dikenang sebagai panggung lahirnya salah satu dongeng sepak bola paling menginspirasi dalam sejarah.