Perundingan Perdagangan Internasional

Jakarta,Gpriority-D’consulate Lounge, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu siang (5/12) dipenuhi  para wartawan baik yang berasal dari media cetak maupun elektronik.

Ya, dihari tersebut, Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar diskusi bersama media dengan mengangkat tema perundingan perdagangan internasional.

Dalam diskusi tersebut, Direktur Jenderal PPI Kemendag, Imam Pambagyo mengatakan, Ada dua negosiasi PPI untuk diratifikasi. Yang pertama Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Cile (Indonesia Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA), kedua adalah Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Hong Kong (Free Trade Agreement/FTA) dan Perjanjian Investasi atau invesment agreement.

Imam Pambagyo juga mengatakan, untuk tahun ini ada tiga PPI yang segera ditandatangani antara lain, Indonesia-Australia (IA-CEPA), Indonesia dengan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa atau European Free Trade Association / EFTA (IE-CEPA) dan PTA Indonesia-Mozambik.

Terkait dengan perdagangan internasional, Imam mengatakan ada beberapa strategi khusus yang telah dilakukan pemerintah. Yang pertama, mempertahankan dan meningkatkan akses ke pasar tradisional sambil memperluas akses ke pasar non-tradisional.

Kedua, mendorong transformasi struktur ekspor berbasis komoditas menjadi produk dan layanan bernilai tambah untuk meningkatkan rantai pasokan atau supply chain. Ketiga, targetkan pasar secara khusus dengan fokus membantu meningkatkan neraca perdagangan. Keempat, manfaatkan sepenuhnya skema preferensi yang ada (AEC, ASEAN + 1s, IJEPA, INA-PAK FTA dan lain-lain).

“Yang penting kelima adalah menyusun ‘sin list’ negara-negara tujuan ekspor sambil menghindari atau mengurangi kebijakan yang bermasalah,” tutupnya.

Related posts

Leave a Comment