Pj Bupati Aceh Tamiang Minta Komisioner Baitul Mall Lebih Optimal Gali Potensi Zakat Daerah

Aceh, GPriority.co.id – Pj. Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Asra meminta Komisioner Baitul Mal Kabupaten (BMK) kreatif dan bekerja keras mengoptimasi sumber-sumber potensial baru pendapatan zakat di Aceh Tamiang. Menurutnya, 97 persen pendapatan zakat BMK bersumber dari potongan gaji PNS Aceh Tamiang dan Hanya 3 persen yang berasal dari non-PNS.

“Artinya apa? Harus ada sumber pendapatan zakat lain yang musti dipikirkan dan digali oleh para Komisioner beserta Tenaga Profesional BMK,” kata Pj Bupati, Asra sambung Pj. Bupati Asra saat membuka Sosialisasi Penyesuaian Kembali Nishab Zakat Penghasilan (Profesi) di aula Setdakab, Jumat (14/6).

Asra menyebut, urusan zakat ini merupakan hal serius karena dalam Islam hal itu merupakan kewajiban dan perintahnya datang langsung dari Allah Swt.

“Bahkan ketika itu, kalau ada kaum muslimin yang kaya tapi enggan membayar zakat, diperintahkan untuk merampas hartanya sejumlah zakat yang wajib dibayarkannya,” katanya.

Untuk itu, ia mengajak para Komisioner dan Tenaga Profesional BMK untuk mengoptimasi potensi zakat daerah, semisal dari perusahaan-perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Bumi Muda Sedia.

Asra berharap, para Komisioner mesti mampu meyakinkan pimpinan perusahaan perkebunan yang beroperasi di Aceh Tamiang untuk menyetorkan ZIS nya ke BMK.

“Nanti penyetoran ZIS nya dikembalikan ke penerima zakat yang berada di areal operasionalnya, sehingga mereka ikut merasakan manfaat peembayaran zakat dari perusahaan tersebut,” ujarnya.

Asra meyakini, membayar zakat menjadi salah satu solusi strategis menjaga hasil perkebunan sawit tidak lagi menjadi sasaran pencurian buah oleh masyarakat yang tinggal berdampingan dengan perkebunan sawit perusahaan.

“Saya kira ini menjadi salah satu strategi solutif, supaya masyarakat turut menjaga aset perusahaan tersebut dari potensi tindakan kriminal ninja sawit,” katanya.

“Saya yakin, masyarakat sekitar kebun akan menjaga perusahaan karena mendapatkan manfaat langsung dari setoran zakat mereka ke BMK kita,” timpalnya.

Tausiyah potensi zakat yang disampaikan Pj. Bupati Asra ini didukung oleh keadaan aktual karena penyesuaian nishab zakat baru ini berpotensi mengurangi pendapatan zakat BMK dari para PNS.

“Harga emas yang konsisten naik karena inflasi dan perekonomian global, akan membuat perhitungan nishab zakat profesi terhadap pendapatan PNS ikut dinamis,” sebutnya.

Artinya, sambung Asra, angkanya berpotensi akan berkurang. Sementara selama ini, BMK nyaris hanya mengelola dana ZIS PNS. Jadi mesti kreatif dan kerja keras untuk meningkatkan pendapatan zakat, infak dan sedekah yang bisa digunakan untuk mengurangi angka kemiskinan dan membantu masyarakat yang berkategori penerima zakat.

Sebelumnya, Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten, Dedi Nurfadli melaporkan, Sosialisasi Penyesuaian Kembali Nishab Zakat Penghasilan (Profesi) sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Pertimbangan Syariah Baitul Mal Aceh Nomor 02/KPTS/2024.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk menginformasikan kepada PNS/Non PNS dan masyarakat berkaitan dengan Zakat dan Infak yang dikeluarkan,” ungkapnya.

Dedi menyebutkan, kegiatan yang diikuti oleh para Kepala SKPK bersama bendaharawan masing-masing akan berlangsung selama satu hari.

Foto: Zulfitra/GPriority