PPATK Temukan 27 Ribu Pegawai BUMN Jadi Penerima Aktif Bansos

Ilustrasi Bansos. Foto : Dok. Dinsos Kota Banda Aceh Ilustrasi Bansos. Foto : Dok. Dinsos Kota Banda Aceh

Jakarta, GPriority.co.id – PPATK membongkar data yang dianggap janggal terkait penerima bansos (bantuan sosial). Ditemukan, sebanyak 27 ribu pegawai BUMN, terdaftar sebagai penerima aktif.

Data tersebut diajukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Diantaranya mencakup 27.932 pegawai BUMN, 7.479 dokter, serta lebih dari 6.000 merupakan eksekutif, yang terindikasi menjadi penerima aktif bansos.

Kemensos menyerahkan 10 juta rekening, namun hanya sekitar 8,39 juta yang terdeteksi menerima bansos. Sementara sebanyak 1,7 juta lainnya tidak ditemukan bukti menerima bansos.

Fakta mencengangkannya, hampir 60 penerima bansos yang terdaftar ternyata memiliki saldo rekening di atas Ro50 juta. Usai menemukan data tersebut, PPATK kemudian berkoordinasi dengan Kemensos untuk segera menindaklanjuti hal ini, supaya pemberian bansos tepat sasaran.

Di sisi lain, menurut Maman Imanul Haq selaku Anggota Komisi VIIII DPR RI, validasi data penerima bansos dinilai penting. Terlebih belum lama ini ditemukan penerima basnso yang bermain judi online.

Imanul turut memberi apresiasi terhadap langkah yang  diambil Kemensos untuk berkoordinasi dengan BPS, dan menindaklanjuti hal ini. Lelaki yang akrab disapa Maman itu juga turut mendorong pemerintah untuk terus memberantas judi online dan memberi hukuman terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Perlu diketahui, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang lebih akrab disapa Gus Ipul mengatakan jika sebanyak 571 penerima bansos terlibat dalam aktivitas judi online, dengan nilai transaksi mencapai Rp975 miliar.

Namun bukan hanya judi online, PPATK juga menemukan bahwa lebih dari 100 penerima bansos terlibat dalam pendanaan terorisme. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah terus melakukan evaluasi lebih mendalam sebelum nantinya mencabut bansos kepada penerima yang terdaftar.