Jakarta, GPriority.co.id – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III bekerja sama dengan PT Profajar Eksibit Internasional menyelenggarakan Pekan Pendidikan Tinggi Jakarta (PPTJ) ke-21 Tahun 2026 di Kartika Expo Balai Kartini, Jakarta Pusat.
PPTJ berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu, 4 Februari hingga Jumat, 6 Februari 2026.
Kegiatan ini menghadirkan dua agenda utama yang saling terintegrasi untuk menjawab kebutuhan strategis pendidikan tinggi saat ini. Agenda pertama adalah pendaftaran serentak penerimaan mahasiswa baru. Agenda kedua adalah Jakarta Academic Management System Forum, yakni forum diskusi khusus bagi pelaku akademik dan pengelola perguruan tinggi.
PPTJ kali ini diikuti 150 perguruan tinggi dari Jakarta dan luar Jakarta, serta 20 perusahaan penyedia teknologi dan jasa pendukung pendidikan tinggi.
Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah III, Tri Munanto, mengatakan kegiatan yang telah berlangsung lebih dari dua dekade ini memberikan dampak positif bagi pendidikan tinggi, khususnya di wilayah DKI Jakarta.
Ia menambahkan, LLDikti Wilayah III berkomitmen terus memfasilitasi berbagai kebutuhan pendidikan tinggi di wilayah DKI Jakarta.
“Selamat mengikuti PPTJ tahun 2026. Semoga kegiatan PPTJ tahun 2026 ini membawa manfaat tidak hanya bagi perguruan tinggi, tetapi juga bagi calon siswa dan juga bagi kita semua yang hadir pada hari ini,” kata Tri dalam sambutannya saat pembukaan PPTJ 2026.
Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Sarjoko, berpesan kepada para siswa agar tidak hanya datang mengambil brosur, tetapi juga bersikap kritis terhadap tawaran setiap kampus.
“Kemudian pada kesempatan ini saya pesankan juga bahasannya para mahasiswa harus menjadi hunter, bukan hanya sekadar tourist. Untuk kalian para mahasiswa, jangan jadikan acara ini sekadar jalan-jalan mengoleksi brosur dan lain sebagainya, tetapi justru kita kritisi apa yang ada dan yang ditawarkan oleh para perguruan tinggi,” jelasnya.
Ia mendorong siswa untuk aktif bertanya kepada setiap kampus yang membuka layanan informasi, serta menggali manfaat yang bisa diperoleh dari layanan pendidikan yang ditawarkan. Setidaknya, siswa dapat mengantongi tiga pilihan jurusan sebagai gambaran masa depan studi mereka.
Kepada perguruan tinggi yang membuka layanan informasi, Sarjoko juga mengimbau agar memberikan penjelasan selengkap mungkin kepada siswa, termasuk peluang-peluang yang bisa diperoleh selama masa studi.
