Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dipanggil secara mendadak ke kediaman Presiden Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (19/10) lalu, untuk melakukan agenda rapat.
Publik berspekulasi jika dipanggilnya Bahlil ke Kertanegara ada hubungannya dengan isu sejumlah menteri yang ditegur oleh Presiden Prabowo, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Selasa (21/10).
Setelah pertemuan selesai, dengan nada santai Bahlil mengatakan jika dirinya tak tahu soal isu teguran tersebut. Ia juga mengatakan bahwa setiap pertemuan yang dilakukannya dengan presiden, selalu disertai dengan tegur sapa yang menurutnya adalah bentuk komunikasi wajar serta penuh keterbukaan.
“Ditegur apa? saya setiap dipanggil pasti ditegur, tegur sapa, ditegur sayang, ditegur perintah, kan tegur semuanya. Kan bapak presiden orangnya sangat terbuka, pasti mungkin kamu juga kalau setiap hari ikut rapat pasti ditegur,” ujarnya saat dimintai keterangan oleh wartawan.
Sebagai informasi, sebelumnya Presiden Prabowo secara terbuka telah memperingatkan para menterinya agar bekerja dengan benar serta tidak menyalahgunakan kewenangan yang diberikannya.
Secara tegas Prabowo mengatakan jika dirinya tak akan pandang bulu terhadap menteri yang tak ikut aturannya, terlebih jika sudah tiga kali diperingatkan namun tetap melakukan hal yang sama, maka ia akan kembali melakukan reshuffle kabinet seperti yang sudah ia lakukan sebelumnya.
Selain itu Prabowo juga menekankan jika langkah tegas diambilnya guna kepentingan bangsa serta rakyat, bukan karena kasihan terhadap pejabat yang melanggar.
Setahun Pemerintahan, Prabowo 3 Kali Reshuffle Kabinet
Dalam waktu setahun pemerintahannya, Prabowo hingga saat ini telah melakukan reshuffle kabinet sebanyak 3 kali, meliputi 17 menteri dan pejabat.
Menurutnya, perombakan penting dilakukan untuk mengatasi menteri-menteri yang nakal. Ia menekankan, prioritasnya ialah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, bukan sebagai popularitas pribadi.
“Satu kali peringatan masih nakal, dua kali masih nggak mau dengar, tiga kali ya apa boleh buat? reshuffle. Demi negara, bangsa, dan rakyat,” tekannya sebagaimana dikutip dari laporan ANTARA.
