Prabowo Minta Kapolri Naikkan Pangkat Luar Biasa untuk Petugas Korban Demo

Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan resminya, Jumat (29/8). Foto: Tangkapan Layar Youtube/Sekertariat Presiden Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan resminya, Jumat (29/8). Foto: Tangkapan Layar Youtube/Sekertariat Presiden

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menaikkan pangkat luar biasa kepada seluruh petugas yang menjadi korban gelombang demonstrasi akhir pekan kemarin.

Hal itu disampaikan Prabowo usai menjenguk korban di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9)

“Saya sampaikan ke Kapolri saya minta semua petugas dinaikin pangkat. Dinaikin pangkat luar biasa karena bertugas di lapangan membela negara, membela rakyat, menghadapi anasir-anasir,” kata Prabowo dikutip dari Antara.

Selain itu, kata Prabowo para korban tersebut juga akan mendapatkan penghargaan lain berupa kesempatan pendidikan lanjutan serta dukungan penuh bagi keluarga mereka.

“Jadi saya sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan saya merasa harus nengok mereka, keluarga mereka, orang tua mereka, anak mereka ada di situ, saya ucapkan terima kasih atas negara, saya perintahkan mereka diberi penghargaan, naik pangkat, masuk sekolah,” ucapnya.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan, bahwa terdapat 43 korban akibat aksi tersebut yang dirawat di RS Polri, 40 lebih diantaranya adalah aparat kepolisian dan masyarakat sipil.

Prabowo menambahkan, sebagian besar korban sudah diperbolehkan pulang, sementara 17 orang masih dirawat, termasuk 14 anggota Polri dan tiga warga sipil.

Dia lalu mengungkapkan cedera yang dialami para korban, dimana ada yang mengalami luka berat, seperti cedera kepala hingga operasi tempurung yang diganti titanium, tangan putus yang berhasil disambung, hingga seorang korban yang mengalami kerusakan ginjal setelah diinjak-injak dan kini harus menjalani cuci darah.

Tak sampai disitu, Prabowo juga menyoroti adanya korban dari masyarakat sipil dalam aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk seorang perempuan yang patah tulang ketika motornya dirampas perusuh serta empat aparatur sipil negara (ASN) di Sulawesi Selatan yang menjadi korban meski tidak terlibat politik maupun aksi demonstrasi.

“Kalau demonstran murni yang baik justru oleh aparat harus dilindungi,” tegas Prabowo.

Pewarta : Fifi Abdurahman