Jakarta, GPriority.co.id – Sejumlah produsen mobil di Indonesia mengungkapkan harapannya soal kebijakan pemerintah dan regulasi perpajakan yang berpihak terutama dalam mendukung pencapaian penjualan di tanah air.
Lewat Dialog Industri Otomotif Nasional saat sela-sela pameran IIMS 2025, Jiexpo Kemayoran pada Selasa (18/2), para produsen mobil ini mengemukakan padangannya dalam menyikapi Kebijakan Perpajakan dan Tarif Kendaraan Bermotor 2025.
Seperti yang diungkapkan Luther T. Panjaitan, Head of Marketing PR & Government Relation PT BYD Motor Indonesia. Dia menyatakan, BYD mendukung Langkah pemerintah untuk memberikan intensif tiga persen bagi kendaraan hybrid.
“Itu adalah kebijakan yang sangat baik dengan point of view untuk mempercepat transisi energi,” kata Luther.
Meski hanya memiliki mobil battery electric vehicle, BYD menganggap itu adalah sebuah komitmen yang baik dari pemerintah.
Berbeda dengan BYD, Head of Public Relations PT Toyota Astra-Motor Philardi Sobari menyatakan bahwa pihaknya memberikan benefit tiga persen itu untuk customer. Dia mengungkapkan, Toyota juga masih fokus pada penjualan mobil internal combustion engine dan hybrid.
“Harapan kami, masyarakat Indonesia akan melakukan transisi dari ICE ke hybrid dulu. Saat ini, kami punya banyak produk hybrid yang bisa jadi pilihan masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Head of Sales and Planning Strategy PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Thomas Sigit Pamungkas menerangkan pihaknya telah terjun dengan total di Industri otomotif nasional.
’’Kami sudah sejak 2021 meluncurkan mobil BEV untuk pasar Indonesia dengan Konda dan Ioniq. Kemudian pada 2023 kami memperkenalkan BEV pertama yang diproduksi di Indonesia dengan TKDN lebih dari 80 persen,’’ terangnya.
Selain itu, pihaknya berharap jika lahirnya regulasi bukan sekadar untuk konversi dari ICE ke EV atau hybrid. Tapi bisa menumbuhkan kembali market otomotif mencapai lebih dari satu juta unit per tahunnya.
Diketahui, sepanjang tahun lalu, industri otomotif di tanah air menghadapi tantangan besar salah satu indikatornya adalah penjualan mobil yang menurun. Gaikindo yang awalnya menargetkan penjualan mobil pada 2024 sebesar 1,1 juta unit, akhirnya merevisi target menjadi 850 ribu unit.
Pada akhirnya, mobil yang terjual sampai akhir tahun lalu adalah 865.723 unit. Angka tersebut turun 13 persen dibandingkan pada 2023.
Editor: Novita Intan
Foto: GPriority/Dimas A Putra
