Prabowo Targetkan Bangun 500 Sekolah Rakyat hingga 2029

Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi pada Senin (12/1). Foto: Tangkapan Layar Youtube/Sekertariat Presiden Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi pada Senin (12/1). Foto: Tangkapan Layar Youtube/Sekertariat Presiden

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan hingga 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia pada tahun 2029.

Hal ini disampaikan Presiden saat meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi pada Senin (12/1).

“Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029, insyaallah akan tercapai,” kata Prabowo seperti dipantau melalui Youtube Sekertariat Presiden di Jakarta.

Peresmian dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, dan diikuti secara daring dari Jakarta.

Prabowo mengakui bahwa capaian saat ini masih memerlukan kerja keras berkelanjutan, namun ia optimistis target tersebut dapat direalisasikan dalam lima tahun ke depan.

Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf beserta jajaran atas peran aktif dalam merealisasikan program Sekolah Rakyat.

Prabowo juga menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama lintas kementerian, termasuk kementerian koordinator serta kementerian yang menangani pendidikan dasar, menengah, tinggi, sains, dan keagamaan.

Ke depan, setiap Sekolah Rakyat ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa. Dengan demikian, apabila target 500 sekolah tercapai, program ini berpotensi melayani hingga 500 ribu murid di seluruh Indonesia.

Saat ini, jumlah siswa Sekolah Rakyat tercatat sekitar 15 ribu orang. Presiden memproyeksikan angka tersebut akan meningkat menjadi 30 ribu siswa pada akhir tahun 2026 seiring bertambahnya sekolah yang mulai beroperasi.

Prabowo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya program pendidikan, melainkan bagian dari visi besar pemerintah untuk menghapus kemiskinan ekstrem, khususnya bagi masyarakat yang berada pada kelompok desil 1 dan 2.

Peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 131 kabupaten/kota, termasuk wilayah 3T seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara, ditandai dengan penekanan tombol sirine.

Untuk diketahui, program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis, menekan angka putus sekolah, serta meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Mayoritas orang tua siswa berasal dari kalangan buruh informal, sementara para siswa dinilai memiliki potensi dan prestasi yang beragam.

Turut hadir dalam peresmian tersebut sejumlah menteri Kabinet Indonesia, antara lain Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menko PM Muhaimin Iskandar, Menko PMK Pratikno, Menteri Luar Negeri Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Mendikti Brian, Menteri PUPR Doddy Hanggodo, Menkomdigi Meutya, Seskab Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI, Kapolri, serta para kepala daerah dari wilayah penyelenggara Sekolah Rakyat.