Prabowo Tegaskan MBG Senjata Lawan Stunting dan Kemiskinan

Presiden Prabowo Subianto saat peresmian dan groundbreaking 1.179 SPPG serta peresmian 18 gudang ketahanan pangan Kepolisian Negara Republik Indonesia di Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2). Foto: tangkapan layar Youtube/sekertariatpresiden Presiden Prabowo Subianto saat peresmian dan groundbreaking 1.179 SPPG serta peresmian 18 gudang ketahanan pangan Kepolisian Negara Republik Indonesia di Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2). Foto: tangkapan layar Youtube/sekertariatpresiden

Jakarta, GPriority.co.id – Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu langkah nyata pemerintah untuk menekan angka stunting sekaligus memutus rantai kemiskinan di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat peresmian dan groundbreaking 1.179 SPPG serta peresmian 18 gudang ketahanan pangan Kepolisian Negara Republik Indonesia di Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2).

Menurut Presiden, program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bantuan makanan, melainkan strategi besar pemerintah dalam membangun kualitas generasi bangsa sejak usia dini.

Ia menjelaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kurang makan, tetapi berdampak luas pada perkembangan tubuh anak, mulai dari otak, tulang hingga otot. Karena itu, pemerintah memilih langkah konkret melalui intervensi langsung kepada kelompok paling rentan.

“Jadi stunting akibat juga dari proses pemiskinan, proyek pemiskinan rakyat Indonesia. Stunting waktu itu 25 persen dari anak-anak kita. Kita tidak bisa dengan teori, tidak bisa hanya dengan kata-kata, hanya dengan program-program indah,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menekankan bahwa pendekatan langsung ini menyasar anak-anak, ibu hamil, hingga lansia tidak mampu. Ia menyebut model intervensi seperti ini juga telah diterapkan di berbagai negara lain.

Ia mencontohkan India yang telah menjalankan program makan gratis lebih dari satu dekade, meskipun pendapatan per kapita negara tersebut lebih rendah dibanding Indonesia. Program tersebut bahkan memiliki dasar hukum kuat dan menjangkau ratusan juta masyarakat.

Menanggapi kritik terkait anggaran, Presiden menilai tudingan pemborosan sebagai narasi negatif yang tidak melihat kondisi masyarakat kecil. Ia menegaskan bahwa pendanaan MBG berasal dari efisiensi anggaran negara.

Pemerintah, kata dia, memangkas kegiatan yang dinilai kurang berdampak langsung seperti rapat, seminar, dan perjalanan dinas, kemudian mengalihkannya untuk program yang menyentuh kebutuhan rakyat.

“Hasil efisiensi dari anggaran yang saya dan tim saya yakin kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi. Akan dihabis-habiskan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi-pribadi,” tegasnya.