Jakarta, GPriority.co.id – Dalam hitungan hari, umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Menjelang puasa Ramadan, satu pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai pelaksanaan puasa, namun belum mengganti utang puasa pada tahun lalu.
Sebelumnya, perlu diketahui melaksanakan ibadah puasa Ramadan hukumnya wajib bagi umat Islam, kecuali beberapa golongan. Diantaranya anak-anak yang belum balig, orang yang sakit, orang yang sedang berpergian, perempuan yang sedang haid atau nifas, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan orang yang hilang akal sehat.
Namun jika seseorang yang tidak termasuk golongan tersebut dan enggan melaksanakan puasa Ramadan atau sengaja meninggalkannya, maka ia akan mendapat dosa besar.
Lalu, bagaimana pandangan Islam soal melakukan puasa Ramadan namun belum ganti utang puasa tahun lalu?
Menurut Ustadz Abdul Somad, jika anda memiliki utang puasa pada tahun lalu, maka harus segera dibayar sebelum bulan Ramadan pada tahun ini datang. Namun jika tidak sempat, tetap bisa dibayar usai Ramadan tahun ini berakhir. Tetapi dengan tambahan, membayar fidyah berupa memberi makan fakir miskin selama satu hari.
“Bukan satu kali makan, tapi satu hari makan. Paling tidak tiga kali, makan pagi, siang, makan malam,” ujar Ustadz Abdul Somad.
Niat Qadha Puasa Ramadan

Perlu diketahui, qadha puasa Ramadan hukumnya wajib, sama seperti melaksanakan puasa Ramadan. Berikut ini niat yang diucapkan ketika ingin meng-qadha puasa Ramadan.
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’in fardho syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT.
Foto : Ilustrasi/Shutterstock
