Jakarta, GPriority.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan berkedok rekrutmen KAI yang beredar melalui media sosial, khususnya platform TikTok.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan pihaknya menemukan akun TikTok yang mengatasnamakan rekrutmen BUMN/KAI dan menyebarkan informasi lowongan kerja yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Padahal, lanjut dia, KAI tidak pernah membuka rekrutmen melalui akun media sosial yang tidak resmi, termasuk TikTok.
“KAI tidak pernah membuka rekrutmen melalui akun tidak resmi di media sosial, termasuk TikTok. Informasi yang beredar dari akun-akun tersebut dapat dipastikan bukan berasal dari KAI,” tegas Franoto dalam keterangannya, Rqbu (8/4).
Menurut Franoto, tingginya minat masyarakat terhadap rekrutmen KAI kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dengan berbagai modus digital.
Beberapa modus yang ditemukan antara lain penyebaran informasi lowongan melalui akun media sosial tidak resmi, pengarahan calon pelamar ke nomor atau kontak tertentu, permintaan sejumlah uang dengan alasan administrasi atau seleksi, serta janji kelulusan tanpa melalui proses yang transparan.
KAI menegaskan seluruh proses rekrutmen resmi hanya dilakukan melalui situs e-recruitment.kai.id serta media sosial resmi perusahaan. Di luar itu, masyarakat diminta untuk tidak mempercayai informasi tersebut.
Selain itu, KAI juga memastikan bahwa proses rekrutmen:
- Tidak pernah memungut biaya dalam bentuk apa pun
- Tidak bekerja sama dengan agen perjalanan atau pihak ketiga
- Tidak mewajibkan penggunaan hotel atau transportasi tertentu
- Tidak menjanjikan kelulusan secara instan
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi dan tidak mudah tergiur dengan tawaran yang mengatasnamakan KAI. Jangan sampai menjadi korban penipuan,” pungkas Franoto.
