Penulis : Ponco | Editor : Haris | Foto : Pemkab Rembang
Rembang, Gpriority.co.id – Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi membangunkan sahur saat bulan Ramadhan. Kabupaten Rembang memiliki tradisi Tongklek yang menggunakan kentongan dari bambu, dan pelbagai perkusi lain untuk dibunyikan membangunkan sahur. Hebatnya, tradisi ini telah dijadikan Festival Thong-Thong-Lek yang digelar setiap tahunnya saat bulan Ramadhan.
Dalam sejarahnya, Tongklek dahulu menjadi salah satu cara para ulama zaman dulu menyebarkan Islam di Rembang. Tongklek biasa dilakukan dengan berkeliling kampung dengan memukul kentongan bambu. Seiring waktu, bunyi suara bambu diiringi dengan gamelan serta gendang dan alat perkusi lainnya. Pemerintah Kabupaten Rembang pun merasa berkepentingan dengan menggelar Festival Thong-Thong-Lek.
Pada festival ini peserta harus memainkan alat-alat tradisional seperti kentongan, gamelan, dan lainnya serta mendendangkan lagu bernapaskan Islam yang digubah atau ciptaan sendiri. Biasanya festival digelar dalam dua sesi, yaitu melalui sesi parade di jalan dan halaman Stadion Krida Rembang. Belakangan Festival diselenggarakan secara terpusat tidak lagi berparade mengingat banyaknya sampah yang timbul di jalan setelah festival berlangsung. Belum lagi potensi munculnya tawuran antar desa peserta festival.
Atas dasar itu Pemkab Rembang menggelar Festival Thong-Thong-Lek secara terpusat pada tahun ini di Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini Rembang. Bupati Rembang Abdul Hafidz menyebut, meskipun dilaksanakan terpusat dan tradisional, festival ini tetap ada unsur hiburannya. Terkait kekhawatiran sebagian orang jika Festival Thong- Thong – Klek digelar di alun- alun akan berdampak pada kerusakan area publik itu. Bupati telah menginstruksikan Dinas terkait untuk melakukan pengawasan. “Jangan sampai alun- alun yang telah kita rawat, kita bangun jadi hancur dalam semalam. Alhamdulillah alun- alun selama ini kalau ada acara aman- aman saja, sudah teruji ,coba kalau tong- tong klek jalan langsung rusak semua sepanjang jalan, kotor, rusak, semua sudah kita perhatikan,” tegasnya seperti dikutip dari laman Pemkab Rembang.
