Jakarta, GPriority.co.id – Research Associate di Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) David Christian, menyoroti faktor-faktor di balik fenomena friendshoring, dengan menekankan pada rivalitas antara AS dan China.
Friendshoring sendiri merupakan praktik pengalihan rantai pasokan ke negara sekutu dalam perdagangan internasional.
Menurut David, ketegangan antara kedua negara adidaya tersebut tidak hanya mempengaruhi perdagangan dan ekonomi, tetapi juga mencakup ranah teknologi, dengan persaingan untuk supremasi global.
“Persaingan untuk supremasi global di berbagai bidang,” kata David dalam diskusi Gambir Trade Talk ke-14 yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan di Jakarta, Rabu (15/5).
Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia pada tahun 2023 mencatat surplus sebesar 36,93 miliar dolar AS.
Meskipun nilai ekspor Indonesia pada 2023 mengalami penurunan menjadi 258,82 miliar dolar AS dari capaian tahun sebelumnya yang mencapai 291,90 miliar dolar AS, David menyebut bahwa volume ekspor Indonesia masih tumbuh 8,55 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Foto: GPriority
