Ekonom UI Ungkap Faktor Inflasi Indonesia Tetap Rendah

Jakarta, GPriority.co.id – Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEM FEB) Universitas Indonesia (UI), Kiki Verico, mengungkapkan tiga faktor yang menjaga inflasi Indonesia tetap rendah dibandingkan dengan negara-negara lain.

Kiki menyampaikan bahwa disiplin fiskal, tingginya antusiasme penggunaan ekonomi digital, dan performa logistik di Indonesia menjadi faktor penahan inflasi.

Dia menjelaskan bahwa disiplin fiskal, termasuk penerapan batas defisit keuangan dan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menjadi landasan yang kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi.

“Kita di Undang-Undang Keuangan Negara, ‘public debt’ itu maksimal 60 persen per GDP, ‘annual budget’ defisit 13 persen per GDP,” ujar Kiki dalam diskusi Gambir Trade Talk ke-14 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan di Jakarta pada Rabu (15/4).

Selanjutnya, tingginya antusiasme penggunaan ekonomi digital di Indonesia secara langsung mempengaruhi biaya transaksi dan asimetri informasi, yang pada gilirannya menjaga inflasi tetap stabil.

Kiki mengatakan, performa logistik Indonesia yang didukung oleh infrastruktur yang baik juga memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas inflasi.

Dengan penyaluran produk yang lebih cepat, aman, dan biaya distribusi yang lebih rendah, infrastruktur logistik yang memadai telah membantu mencegah ekonomi Indonesia dari menjadi “high cost economy”.

Foto: Gpriority