Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid, menilai kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah bertentangan dengan tujuan mulia program tersebut, yakni menyehatkan anak bangsa sebagaimana tertuang dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto.
Oleh karena itu, Hidayat mendukung penuh usulan berbagai pihak agar Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.
“Sesuai perintah Konstitusi untuk melindungi semua anak bangsa, maka anak-anak adalah pihak yang paling berhak atas perlindungan negara. Namun disayangkan sekali, ribuan anak justru menjadi korban keracunan akibat mengonsumsi makanan MBG yang sebagiannya bermasalah,” ujar Hidayat dalam keterangannya.
Menurut Anggota Komisi VIII DPR RI ini, evaluasi penting dilakukan demi menjaga kepercayaan publik terhadap penggunaan anggaran negara.
Pada tahun anggaran 2025, lanjutnya, MBG mendapatkan alokasi sebesar Rp71 triliun, bahkan meningkat hingga Rp335 triliun pada 2026.
“Pemerintah harus memastikan bahwa pelaksanaan MBG di semua daerah berjalan dengan benar, aman, sehat, bergizi, halal, dan akuntabel. Agar berhentilah kasus keracunan itu, dan sukseslah program MBG sebagaimana diprogramkan semula,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hidayat menyoroti bahwa kasus keracunan dalam program MBG sudah terjadi berulang kali dan berpotensi besar menggagalkan tujuan awal program tersebut.
“Karena itu, berulangnya kasus keracunan yang dialami anak sekolah jelas tidak sesuai dengan spirit pemenuhan hak asasi anak dan berpotensi besar menggagalkan program MBG yang bertujuan baik ini, sehingga harus segera dihadirkan koreksi dan perbaikan,” ucap Hidayat.
Diketahui, berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), hingga September 2025 tercatat sebanyak 6.452 kasus keracunan anak setelah menerima makanan MBG.
Bahkan, ada daerah yang menetapkan kasus keracunan MBG sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), seperti Kabupaten Bandung Barat, karena keracunan terjadi secara serentak dan massal.
“Jika kondisi ini dibiarkan, bukan hanya merugikan anak-anak dan orang tua, tetapi juga bisa meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG, bahkan menggagalkan realisasi salah satu program besar Astacita Presiden Prabowo. Semestinya program positif seperti MBG itu bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Pewarta : Fifi Abdurahman
