Sarkopenia, Hilangnya Massa Otot Saat Usia Lanjut


Lanjut usia merupakan salah satu proses kehidupan yang pastinya akan dialami, berbagai keluhan saat menginjak usia lanjut kerap dialami seperti menurunnya massa otot dan kepadatan tulang.

Setiap tahunnya massa otot dan kepadatan tulang akan berkurang sebesar 0,5-2 persen yang disebut dengan sarkopenia. Kasus ini biasanya akan dialami pada usia 39 tahun dan puncaknya setelah usia 65 tahun. Hal tersebut bisa menyebabkan osteoporosis dengan resiko terjadinya patah tulang yang fatal.

Ada berbagai faktor yang dapat mengakibatkan sarkopenia atau berkurangnya massa otot, yaitu kurangnya asupan nutrisi, kurangnya aktivitas latihan jasmani, kurang gerak, kurangnya paparan sinar matahari, faktor penyakit dan efek samping obat dapat mempercepat proses terjadinya sarkopenia.

Dampak gangguan ini sulit dikenali, penderita biasanya mengalami kelemahan tubuh yang semakin meningkat, berkurang kekuatan genggaman tangan, berkurangnya stamina, bergerak lebih lambat, kehiangan motivasi untuk bergerak, serta hiangnya berat badan tanpa sebab.

Seseorang yang terkena sarkopenia biasanya mengalami penurunan kekuatan yang mempengaruhi gaya dan keseimbangannya saat berjalan hingga rentan terjatuh. Sehingga meningkatkan resiko terjadinya patah tulang. Tak hanya itu, orang tersebut juga sulit menaiki tangga dan menganggkat barang.

Pada dasarnya, cara terbaik mencegah sarkopenia adalah dengan menghindari pemicunya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan seperti melakukan aktivitas fisik secara rutin seperti angkat beban, senam aerobik, senam lansia, yoga, jogging, berenang, atau bersepeda.

Bagi yang sedang mengalami sarkopenia, lakukanlah aktivitas fisik semampunya dengan mengikuti anjuran dokter atau instruktur olahraga. Selain itu memenuhi asupan nutrisi dengan makanan yang mengandung banyak protein, seperti daging sapi tanpa lemak, daging unggas, ikan dan seafood, kacang-kacangan, biji-bijian, telur, serta susu dan produk olahannya.

Sarkopenia merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena bisa menurunkan kualitas hidup. Jika Anda atau keluarga ada yang mengalami gejalanya, seperti otot melemah, berat badan berkurang, dan kesulitan beraktivitas, segera periksakan diri ke dokter. (Dw.foto.dok.Istimewa)