Satgas PRR Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, 84 Persen Pembersihan Lumpur Rampung

BRIN Bentuk Gugus Tugas Penanggulangan Bencana Banjir Bandang Sumatera/Foto : Dok. Istimewa BRIN Bentuk Gugus Tugas Penanggulangan Bencana Banjir Bandang Sumatera/Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera terus mengintensifkan penanganan pembersihan lumpur dan pemulihan lahan pertanian di sejumlah wilayah terdampak hingga akhir Maret 2026.

Langkah percepatan ini difokuskan pada tiga provinsi utama, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, guna memulihkan fasilitas publik sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional melalui rehabilitasi lahan sawah. Berdasarkan data resmi Satgas PRR per Sabtu (28/3/2026), progres penanganan lumpur menunjukkan hasil signifikan.

Provinsi Sumatera Barat menjadi wilayah dengan capaian tercepat karena telah merampungkan seluruh titik pembersihan yang terdampak bencana.

“Pembersihan lumpur ini dilakukan untuk memulihkan aktivitas masyarakat serta memastikan fasilitas publik yang sempat terdampak banjir dan longsor dapat kembali berfungsi normal,” tulis keterangan resmi Satgas PRR, Minggu (29/3).

Sementara itu, Provinsi Aceh tercatat sebagai wilayah dengan jumlah lokasi terdampak terbanyak. Dari total 476 titik, sebanyak 396 lokasi telah berhasil dibersihkan, sedangkan 80 lokasi lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Di Sumatera Utara, dari 24 lokasi yang menjadi target, sebanyak 20 lokasi telah diselesaikan. Adapun Sumatera Barat mencatatkan penyelesaian 100 persen terhadap 29 lokasi terdampak banjir dan longsor.

Selain penanganan infrastruktur, Satgas PRR juga memprioritaskan pemulihan sektor pertanian. Hingga saat ini, total target rehabilitasi lahan sawah di tiga provinsi tersebut mencapai 42.702 hektare.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 991 hektare telah berhasil direhabilitasi, sementara 5.333 hektare lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Secara rinci, capaian rehabilitasi lahan sawah meliputi Aceh: 42 hektare dari target 31.464 hektare, Sumatera Utara: 170 hektare dari target 7.336 hektare dan Sumatera Barat: 779 hektare dari target 3.902 hektare.

Pemerintah menegaskan bahwa rehabilitasi lahan pertanian menjadi prioritas utama dalam tahap rekonstruksi pascabencana. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan beras nasional yang sempat terganggu akibat bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera.