Sebagai Penghormatan, Bangkai Hiu Paus di Bekasi Dikafani dan Dikubur

Jakarta, GPriority.co.id – Seekor hiu paus (Rhincodon typus) jantan sepanjang 5,2 meter ditemukan mati di perairan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (30/9). Megafauna laut yang dilindungi ini dilaporkan terperangkap dalam alat tangkap jenis sero milik nelayan di Kampung Pantai Muara Mati, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong.

Tim gabungan dari World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat, dan Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Ketua Tim Kerja Perlindungan dan Pelestarian LPSPL Serang, Fitrian Dwi Cahyo, menyatakan bahwa hiu paus termasuk satwa dilindungi penuh berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013.

“Bagian tubuh hingga derivatnya tidak boleh dimanfaatkan sebagai upaya pelestarian biota. Oleh karena itu, bangkai hiu paus yang terdampar harus segera ditangani, salah satunya dengan dikubur,” jelas Fitrian melalui rilis WWF Indonesia yang diterima GPriority, Senin (6/10).

Masyarakat setempat menunjukkan kesadaran tinggi terhadap perlindungan satwa laut langka tersebut. Selain memahami aturan perlindungan, masyarakat Desa Pantai Bahagia juga menjunjung tinggi nilai kearifan lokal. Dalam kepercayaan mereka, hiu paus dianggap sebagai “penolong nelayan”, sehingga memotong atau mengonsumsinya diyakini dapat mendatangkan musibah.

Sebagai bentuk penghormatan, warga menguburkan bangkai hiu paus secara utuh di kawasan mangrove. Proses penguburan dilakukan dengan menggali lubang sedalam 1 meter dan sepanjang 6 meter. Bangkai juga dikafani menggunakan kain putih sebagai simbol penghormatan terhadap alam.

Koordinator Nasional Perlindungan Spesies Laut Terancam Punah WWF-Indonesia, Ranny R. Yuneni, memberikan apresiasi terhadap langkah masyarakat.

“Kami sangat menghargai bagaimana masyarakat memberikan penghormatan penuh kepada hiu paus ini. Nilai kearifan lokal tersebut sejalan dengan upaya konservasi yang WWF dorong. Tradisi yang melindungi alam adalah modal penting untuk menjaga keberlanjutan laut kita bersama,” ungkap Ranny.

Seperti diketehui, hiu paus merupakan spesies ikan terbesar di dunia dan memiliki peran penting dalam ekosistem laut. Penanganan bangkai secara bijak seperti yang dilakukan masyarakat Pantai Bahagia dinilai sebagai langkah positif dalam konservasi spesies laut yang terancam punah.