Jakarta, GPriority.co.di – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman mengatakan Polri juga ikut terlibat dalam mengelola unit Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kini, lanjut dia, sudah lebih dari 600 unit SPPG yang dikelola oleh Polri.
Habiburokhman mengklaim, dari pemantauan yang dilakukan DPR selama ini, tidak ada laporan keracunan MBG dari SPPG yang dikelola Polri.
“Setiap makanan melalui dua tahap rapid test-cek bau, rasa, tekstur, dan penggunaan reagen-sehingga potensi kerusakan terdeteksi lebih awal,” kata Habiburokhman, Senin (6/10).
Lebih lanjut, politisi partai Gerindra ini menyampaikan harapan agar jumlah SPPG Polri terus diperbanyak.
Selain itu, Habiburokhman juga mendorong standar tata kelola SPPG polri menjadi acuan nasional.
“Dengan standar ini, kasus keracunan bisa ditekan bahkan dihentikan,” ujarnya.
Habiburokhman pun memberikan apresiasi kepada Polri atas berbagai upaya yang dilakukan untuk menyukseskan program MBG.
Menurut dia, keterlibatan polri pada program MBG menunjukkan bukti nyata komitmen selalu hadir di tengah masyarakat.
“Atas nama Komisi III DPR RI, kami mengapresiasi kinerja Polri yang ikut menyukseskan program Makan Bergizi Gratis dengan mengelola SPPG berstandar tinggi,” pungkasnya.
Sementara, Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol Agustinus, menegaskan bahwa pemeriksaan keamanan pangan (food safety) dilakukan secara ketat setiap hari di SPPG Polri.
“Pemeriksaan rutin ini sudah dilaksanakan sejak awal SPPG berdiri. Kami memiliki standar operasional prosedur yang jelas, mulai dari pemilihan menu, seleksi bahan makanan, hingga memastikan lokasi memasak serta peralatan selalu dalam keadaan bersih dan higienis. Air yang digunakan pun dipastikan bebas kuman maupun bakteri pembawa penyakit,” kata Agustinus dalam keterangan dikutip dari media hub Polri.
Dia menambahkan, pemeriksaan Food Safety dilakukan dengan dua metode, yakni organoleptik dan kimiawi. Metode organoleptik terdiri dari tiga tahap, yaitu melihat, meraba, dan mencicipi sampel makanan untuk mendeteksi perubahan bentuk, tampilan, maupun rasa.
Sedangkan metode kimiawi dilakukan dengan menggunakan empat jenis reagen untuk menguji kandungan gizi sekaligus guna memastikan makanan bebas dari bahan berbahaya seperti arsen, nitrit, sianida, dan formalin.
Selain pengujian bahan makanan, Biddokkes Polda Jateng juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala terhadap seluruh SDM yang bekerja di SPPG Polri. Ahli gizi dari Biddokkes Polda Jateng juga turut dilibatkan untuk memastikan menu yang disajikan sesuai standar angka kecukupan gizi, baik kalori, protein, vitamin, mineral, maupun lemak.
“Dengan rangkaian pemeriksaan ini, kami memastikan produk makanan dari SPPG Polri adalah makanan yang bersih, sehat, aman, dan juga bergizi, khususnya bagi anak-anak,” tutur Agustinus.
Pewarta : Fifi Abdurahman
