Selaraskan Smart City dan Merdeka Belajar, Halmahera Selatan Kebut Infrastruktur Internet

Jakarta, Gpriority.co.id – Kabupaten Halmahera Selatan siap menselaraskan program Smart City dengan Kurikulum Merdeka Belajar. Atas dasar itu Halmahera Selatan mengebut pembangunan infrastruktur penunjang untuk akses internet agar kedua program tersebut dapat berjalan baik.

Selama ini, Kabupaten Halmahera Selatan telah menerapkan Labuha Smart City atau e-smart Halsel yang merupakan layanan yang terdiri dari sistem elektronik layanan umum masyarakat dan sistem manajemen informasi Pemda Halmahera Selatan. Pada tahun 2023 nanti program Smart City cakupannya hingga ke semua wilayah kecamatan dan desa tidak hanya di kota saja. Di tahun yang sama pemerintah pun menargetkan program merdeka belajar sudah terlaksana di Halmahera Selatan.

Terkait dengan hal tersebut,  Hamdani Umatemate, Kabag Protokol dan Komunikasi Halmahera Selatan yang ditemui saat Sosialisasi Membangun Kemitraan Pemerintah Daerah dan Kampus Melalui Program Dana Hibah Kedaireka 1-2 Triliun Tahun 2023 di Auditorium Gedung D, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek dan Teknologi mengungkapkan kondisi yang ada di Halmahera Selatan. Kondisi tersebut menyangkut kesiapan jaringan internet. Menurutnya masih ada blank spot pada di beberapa kecamatan. Pemda sendiri, jelasnya, sudah membangun beberapa tower bts namun belum bisa mengkaver semua wilayah. “Tetap masih ada blank spot. Ini yang perlu disinkronisasikan dan dikondisikan antara pusat dan daerah,” katanya.

Dalam catatannya untuk menuju program digitalisasi tersebut infrastruktur yang terdapat di Halmahera Selatan baru tersedia 40%. Bupati Usman Sidik yang baru menjalani setahun masa pemerintahannya memang berkonsentrasi mewujudkan Smart City. Karena itu pembangunan tower bts kini dikonsentrasikan pada area blank spot yang ada. “Beliau sangat konsen pada digitalisasi. Kalau mau meningkatkan mutu pendidikan ya harus seperti itu. Kita akan memperluas digitalisasi pada 30 kecamatan dan 249 desa yang ada di Halmahera Selatan,” tukasnya.

Hamdani menambahkan Bupati juga berniat membangun satu sekolah unggulan dalam setiap kecamatan. “Misalnya di satu kecamatan ada beberapa sekolah,nantinya dijadikan satu menjadi sekolah unggulan. Jadi satu kecamatan nantinya ada satu sekolah unggulan,” ujarnya. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. “Jika di pemerintahan saja bisa, digitalisasi di bidang pendidikan Insha Allah juga dapat berjalan,” tutupnya. (PS.Foto.HS)

Related posts