Jakarta, GPriority.co.id – Menyimpan nasi sisa untuk dimakan kembali memang menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, cara penyimpanan yang tidak tepat ternyata dapat menimbulkan risiko kesehatan, bahkan memicu keracunan makanan.
Nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat utama yang sering dimasak dalam jumlah banyak. Sebagian orang biasanya menyimpan nasi sisa untuk dijadikan bekal makan siang atau dikonsumsi kembali pada waktu berikutnya.
Namun dokter spesialis anestesiologi dan pengobatan nyeri interbensional yang berbasis di Maryland, dr. Kunal Sood mengingatkan bahwa penyimpanan nasi yang sudah dimasak perlu dilakukan dengan benar agar tidak menimbulkan risiko keamanan pangan.
“Jika nasi yang sudah dimasak dibiarkan pada suhu ruangan, spora dapat berkecambah, dan bakteri tersebut menghasilkan racun langsung di dalam makanan,” kata Sood, yang dikutip melalui laman Hindustan Times, Senin (16/2).
Menurut Sood, masih banyak orang beranggapan bahwa nasi yang sudah dimasak akan tetap aman selama dipanaskan kembali sebelum dimakan. Padahal, nasi diketahui dapat mengandung spora bakteri Bacillus cereus yang mampu bertahan dalam suhu panas.
Meskipun proses pemanasan ulang dapat membunuh bakteri, racun yang telah dihasilkan bakteri tersebut bisa tetap tertinggal di dalam makanan. Kondisi ini membuat nasi berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan meskipun terlihat normal dan tidak berbau.
Gejala keracunan biasanya muncul cukup cepat setelah nasi dikonsumsi. Dalam banyak kasus, keluhan dapat muncul sekitar 30 menit hingga enam jam kemudian, dengan gejala paling umum berupa mual dan muntah.
Sood juga menjelaskan beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri pada nasi yang sudah dimasak. Di antaranya ketika nasi dibiarkan dingin terlalu lama di suhu ruangan, terlambat dimasukkan ke dalam lemari es, atau disimpan lebih dari dua jam di luar pendingin.
Selain itu, risiko juga meningkat jika nasi disimpan terlalu lama selama beberapa hari atau dipanaskan berulang kali.
Meski demikian, nasi yang disimpan di lemari es sebenarnya juga dapat memberikan manfaat tambahan. Proses pendinginan dapat mengubah sebagian pati menjadi pati resisten, yaitu jenis serat yang dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan menurunkan kandungan kalori saat dipanaskan kembali.
Namun, faktor keamanan tetap harus menjadi perhatian utama.
“Pencegahan itu semua tentang waktu dan suhu,” ujar Dr. Sood.
Ia menyarankan nasi yang sudah dimasak sebaiknya dikonsumsi dalam waktu 24 hingga 48 jam. Jika ingin dipanaskan kembali, nasi cukup dipanaskan sekali saja hingga benar-benar panas dan mengeluarkan uap.
Selain itu, nasi juga disarankan segera didinginkan setelah selesai dimasak. Cara yang dapat dilakukan antara lain memindahkan nasi ke wadah lain dan memasukkannya ke lemari es dalam waktu sekitar satu jam dengan suhu penyimpanan sekitar 4 derajat Celsius.
Dengan cara penyimpanan yang tepat, risiko kontaminasi bakteri pada nasi sisa dapat diminimalkan sehingga tetap aman untuk dikonsumsi.
