Jakarta, GPriority.co.id – Muhammadiyah dan NU memiliki perbedaan pada waktu dimulainya puasa Ramadan 2024. Dimana, Muhammadiyah menjalankan puasa lebih awal di tanggal 11 Maret kemarin, kemudian NU baru memulai ibadah puasa di tanggal 12 Maret. Namun terkait penetapan Hari Raya Idul Fitri 2024, Kemenko PMK memprediksi kemungkinan akan dirayakan secara bersamaan.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Warsito, Deputi 6 Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), dikutip dari laman resmi RRI.
“Kemungkinannya insya Allah kalau tidak ada halangan, kemungkinannya Idulfitri akan bersamaan seluruh warga muslim Indonesia. Namun, nanti tetap menunggu hasil sidang isbat pada akhir Ramadan,” ujarnya.
Ada beberapa hal yang juga disarankan Warsito untuk pemerintah, ketika mendekati Hari Raya Idul Fitri 2024. Salah satunya soal tersedianya tempat ibadah untuk Sholat Idul Fitri.
“Memastikan kesiapan rumah ibadah dalam hal ini masjid atau lapangan atau gedung pertemuan yang nantinya digunakan untuk perayaan salat Hari Raya Idulfitri. Kepada Kemenag kami juga memastikan agar teks khutbah harus ada semacam rambu-rambu supaya tidak sensitif karena ini masih dalam suasana Pemilu,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait mudik lebaran 2024, juga memprediksi bahwa tahun ini, mudik ke arah Jawa Tengah akan mengalami peningkatan yang tinggi.
“Sekitar 193 juta pemudik dan itu seluruh Indonesia, di Pulau Jawa sekitar 63 persen kalo tidak salah. Artinya, yang paling banyak pemudik adalah (perjalanan) dari Jawa Timur menuju Jawa Tengah,” tutur Warsito.
Warsito mengatakan, berdasarkan studi dari Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik lebaran 2024 akan mulai terlihat H-3 Hari Raya Idul Fitri. Menurutnya, hal itu juga didukung dari jadwal cuti bersama dan libur lebaran Idulfitri yang relatif panjang waktunya.
Foto : Info Publik
