Soal Skala Prioritas Penanganan Banjir atau Limbah Jakarta, Ketua Komisi D: Dua-duanya Penting!

Penulis: Dimas A. Putra | Editor: Lina F | Foto: Dimas A. Putra

Jakarta, GPriority.co.id – Persoalan banjir dan limbah rumah tangga di DKI Jakarta menjadi pekerjaan rumah yang terus diupayakan penanganannya oleh pemerintah hingga masyarakat.

Namun pertanyaannya, mana yang lebih diprioritaskan sebagai langkah konkret pemerintah terhadap permasalahan tersebut. Menjawab pertanyaan itu, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengungkapkan jika keduanya merupakan hal yang penting untuk ditangani, namun untuk masalah banjir dirinya menuturkan butuh biaya besar.

“Dua duanya prioritas menurut saya yang satu terkait orang terendam, yang satu adalah terkait generasi kita kedepan,” ucap Ida usai Rapat Kerja Program Jakarta Sewerage Development Project Zona 1 di Gedung DPRD Jakarta, Selasa (1/8).

“Kan banjir butuh biaya besar, kemarin alhamdulilah sodetan ciliwung sudah diresmikan, sudah mengurangi 62 persen dari banjir,” tambahnya.

Menurut Ida, program penanganan limbah tak kalah penting, karena menyangkut generasi penerus untuk dapat lebih layak.

Disatu sisi, Ida mengungkapkan tak bisa memilih salah satu antara penanganan banjir maupun limbah.

“Pilih salah satu tidak bisa. dua duanya harus berjalan, kalau saya pribadi bukan saya tidak mau memilih banjir, penyelesaiannya harus lebih ke limbah ini, karena memang sangat mencemari air kita, air tanah terutama, karena kita masih banyak menggunakan air tanah untuk mandi, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Diberitakan GPriority sebelumnya, Ida mengaku cukup prihatin dengan adanya kasus stunting dan air bersih yang tercemar oleh bakter e.coli. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan lewat program JSS (Jakarta Sewerage System) yang merupakan salah satu program untuk mengatasi pengelolaan air limbah.“Ini memang salah satu program yang harus kita lakukan. Punya duit atau nggak punya duit, suka atau tidak suka ini harus kita lakukan untuk anak kita ke depan. Kalau tidak hari ini, semakin hari semakin bahaya,” ujarnya.