Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Ketua DPR RI 2026, Sari Yuliati, yang tergabung dalam Timwas Haji DPR, secara tegas menekankan bahwa pelayanan terhadap jemaah haji Indonesia harus tetap menjadi prioritas.
Dilansir dari postingan Instagram @dpr_ri, ia menggarisbawahi bahwa kesejahteraan petugas haji di lapangan.
Saat mengunjungi jemaah di Hotel Lulua Al Masher No. 423, Makkah, Arab Saudi, Timwas menerima sejumlah aspirasi terkait variasi menu makanan beserta perhatian terhadap kondisi petugas yang melayani jemaah selama ibadah haji berlangsung.
Sejumlah catatan yang menjadi perhatian antara lain variasi menu makanan yang dinilai masih terbatas, perlunya perhatian terhadap kesejahteraan petugas haji, hingga pentingnya pelayanan yang mendukung kesehatan dan kenyamanan jemaah haji.
Timwas menegaskan, keikhlasan jemaah dalam beribadah tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan.
Dalam postingannya, Timwas Haji DPR RI akan menyampaikan secara langsung pada Kementerian Haji dan Umrah Indonesia. Beberapa hal yang disoroti meliputi kualitas dan variasi konsumsi jemaah dan peningkatan perhatian terhadap kesejahteraan petugas.
Selain itu, perbaikan pelayanan yang menunjang kesehatan jemaah serta penguatan pengawasan agar hak-hak jemaah terpenuhi secara layak juga menjadi sorotan.
“Tujuannya agar jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” tulis DPR RI.
“Kami menerima beberapa catatan dari jemaah, terutama soal variasi menu makanan. Selain itu, mereka juga menginginkan perhatian terhadap kesejahteraan petugas,” tekan Sari Yuliati.
Sebelumnya, dalam mendorong inovasi pangan praktis sebagai solusi strategis dalam menjawab tantangan layanan haji, pemerintah menyalurkan makanan siap saji untuk jemaah haji 2026.
Solusi makanan siap saji atau ready to eat (RTE) dinilai dapat mendukung sistem logistik yang cepat, aman, dan tepat waktu. Berdasarkan laporan ANTARA, inovasi ini memungkinkan makanan didistribusikan tanpa proses memasak ulang yang rumit.
Penyediaan makanan siap saji ini juga mempertimbangkan aspek keamanan pangan. Produk yang disiapkan telah melalui proses pengolahan dan pengemasan yang memenuhi standar, sehingga aman dikonsumsi dalam berbagai kondisi. Hal ini penting mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi serta keterbatasan fasilitas selama puncak ibadah.
