Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Bisa Minus 0,4 persen

JAKARTA – Skenario terburuk pelemahan ekonomi Indonesia akibat wabah Covid-19 diungkapkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 2,3 persen. Bahkan skenario terburuknya bisa menyentuh negatif 0,4 persen.

“Kondisi ini akan menyebabkan penurunan kepada kegiatan ekonomi, berpotensi menekan lembaga keuangan,” ujarnya.

Sri mengungkapkan, hal itu terjadi pada berbagai sektor lembaga keuangan di Indonesia seperti perbankan hingga konsumsi rumah tangga yang menurun. Konsumsi rumah tangga turun, bisa mencapai 2,60 persen, bahkan investasi juga turun.

Di sektor konsumsi rumah tangga terjadi ancaman kehilangan pendapatan masyarakat karena tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Terutama rumah tangga miskin dan rentan serta sektor informal.

“Penurunan lainnya juga terjadi pada UMKM. Pelaku usaha ini tidak dapat melakukan kegiatan usahanya sehingga terganggu kemampuan memenuhi kewajiban kredit,” paparnya.

Sri mengatakan proyeksi tersebut dilakukan bersama dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan serta Lembaga Penjaminan Sosial setelah melihat secara menyeluruh bahwa krisis kesehatan dan kemanusiaan akibat Covid-19 semakin menjalar terhadap sektor ekonomi. (VIA)

Related posts