Strategi Pembangunan Jabar Bagian Selatan

Garut,Gpriority- Guna mempercepat pembangunan Jawa Barat (Jabar) bagian Selatan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa bersama Gugus Tugas Kementerian PPN/Bappenas menggelar kunjungan ke Jawa Barat.

Tak hanya kunjungan, pada Selasa (27/10/2020), Suharso Monoarfa menggelar Rapat Kerja bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beserta jajaran di Garut,Jawa Barat.

Dalam siaran pers yang dikirim humas Bappenas pada Selasa malam (27/10), Suharso Monoarfa mengatakan bahwa di dalam rapat yang berlangsung selama tiga jam, dirinya bersama Ridwan Kamil membahas mengenai strategi pembangunan Jawa Barat, utamanya Jawa Barat bagian selatan, yang mencakup lima sektor pembangunan yakni kemiskinan, infrastruktur, kebencanaan, Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKM), dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals.

“Bappenas hadir di sini sebagai clearing house, memastikan konvergensi perencanaan dan penganggaran pembangunan, konvergensi perencanaan nasional antara pusat dan daerah, kemudian kebutuhan nasional dari daerah yang bisa dikonvergensi dalam rangka pendanaannya. Kami memberikan berbagai rekomendasi di semua sektor pembangunan yang kami temukan selama kunjungan empat hari di Garut dan Tasikmalaya. Bappenas mengunjungi Jawa Barat bagian selatan karena arahan presiden terkait kemiskinan dan UMKM. Di Jabar selatan ini juga ada pembangunan jalan tol, jalur Kereta Api Bandung-Banjar, penanganan UNESCO Global Geopark Pelabuhan Ratu, korporasi berbasis petani digital, hingga inisiasi monografi desa. Jabar bagian selatan juga menjadi piloting nasional untuk korporasi petani dan monografi desa,” tutur Suharso.

Ridwan Kamil dalam siaran persnya pada Selasa malam (27/10) mengatakan bahwa keinginan Presiden Jokowi seperti disampaikan Menteri PPN Suharso di dalam rapat kerja sesuai dengan keinginan dirinya.” Usai dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat, saya memang memprioritaskan percepatan pembangunan di Jabar bagian Selatan. Ini dimaksudkan agar Jabar bagian Selatan bisa berdiri sejajar dengan daerah lainnya yang sudah maju,” jelas Ridwan Kamil.

Ridwan juga mengatakan terkait dengan program-program yang sudah dibahas, Pemprov Jabar akan menjalankan seperempatnya terlebih dahulu di tahun 2021, tiga perempat di tahun 2022 dan sisanya di tahun 2023. “ Dengan dukungan pemerintah pusat, mudah-mudahan program yang sudah kami bahas bisa diselesaikan dalam jangka waktu 3 tahun,” tutup Ridwan Kamil (Hs.Foto.dok.Bappenas)

Related posts